Festival Film Dapat Mempererat Hubungan Indonesia-Australia
📅 Minggu, 15 Des 2024, 14:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSelain kolaborasi dengan sesama lembaga pemerintah atau mitra lain di dalam negeri, kemitraan dengan pihak eksternal juga penting. Dalam hal ini, kerja sama dengan institusi Australia seperti Australian Centre for the Moving Image (ACMI), lembaga-lembaga dengan ketertarikan khusus relasi Indonesia-Australia seperti AIYA dan Indonesia Institute, atau universitas yang memiliki perhatian terhadap bahasa dan budaya Indonesia, dapat memastikan film-film Indonesia menjangkau audiens yang luas dan beragam.
Selain itu, diaspora Indonesia, baik itu masyarakat umum maupun para mahasiswa, dapat menjadi sumber daya tambahan.
Inisiatif seperti IWAFF 2025 memiliki potensi besar untuk memperkuat diplomasi budaya. Dengan strategi jangka panjang yang terencana seperti yang diterapkan oleh JFF, festival film Indonesia di Australia dapat berkembang menjadi acara budaya yang berpengaruh, memperkokoh posisi Indonesia dalam lanskap sinema global sekaligus mempererat hubungan dengan audiens di Australia.
Sugiyanto, PhD Candidate, Communication and Media Studies, Edith Cowan University
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!