Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia Doc: AFP/Fabrice COFFRINI
Ket. Wisatawan menghadap ke dasar Danau Brenets (Lac des Brenets) yang mengering bagian dari Sungai Doubs yang menjadi batas alam antara Prancis timur dan Swiss barat di Les Brenets, Selasa (11/8).

Jenewa – Dunia mencatat Juli sebagai bulan terpanas kedua sepanjang sejarah, ditandai dengan panas ekstrem, kekeringan berkepanjangan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian besar wilayah Belahan Bumi Utara. Di kawasan lain, hujan lebat dan banjir juga terjadi, menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Selasa (11/8).

Dikutip dari Antara, Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) mencatat suhu udara permukaan rata-rata global pada Juli mencapai 1,47 derajat Celsius di atas rata-rata praindustri periode 1850–1900.

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas sepanjang sejarah. Kondisi panas ekstrem bahkan berlanjut hingga Agustus, dengan sejumlah negara menghadapi gelombang panas keempat sejak Mei.

"Apa yang kami saksikan dalam beberapa bulan terakhir merupakan dampak gabungan dari pemanasan jangka panjang dengan pola sistem tekanan udara tinggi dan rendah yang bergantian secara terus-menerus di seluruh Belahan Bumi Utara," kata Kepala Informasi Iklim WMO John Kennedy.

Menurut Kennedy, sistem tekanan udara tinggi umumnya berkaitan dengan suhu tinggi dan kondisi kering, sedangkan tekanan udara rendah membawa cuaca yang lebih sejuk dan basah. Pola tekanan tinggi tersebut dapat bertahan selama berhari-hari hingga berminggu-minggu.

Curah hujan dan kelembapan tanah yang sangat rendah dilaporkan terjadi di Prancis, Spanyol, sebagian Jerman dan Inggris, serta sejumlah wilayah lebih jauh ke timur.

WMO menyebut panas ekstrem, kekeringan, dan rendahnya kelembapan tanah berdampak serius terhadap ekosistem dan pertanian, menurunkan permukaan air sungai, mengganggu transportasi dan produksi energi, serta meningkatkan risiko karhutla.

Italia, misalnya, diperkirakan mengalami suhu lebih dari 37 derajat Celsius di sebagian besar wilayah pada pekan ini. Di sejumlah daerah pedalaman, suhu dapat mencapai 39–40 derajat Celsius atau sekitar 7 derajat di atas rata-rata pertengahan Agustus.

Di Belgia, peringatan kuning untuk cuaca panas telah dikeluarkan. Suhu diperkirakan mencapai sekitar 35 derajat Celsius di wilayah pedalaman pada Jumat (14/8).

Sejumlah rekor suhu juga tercatat di Eropa Tengah dan Balkan, termasuk Austria, Hongaria, dan Slovakia.

Kekeringan turut mengancam sistem transportasi dan energi. Di Bosnia dan Herzegovina, permukaan sejumlah sungai turun signifikan. Sementara itu, Sungai Rhine di Jerman mencapai level terendah sepanjang sejarah di Kaub, salah satu titik penting pelayaran sungai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Tol Kataraja Perkuat Koneks...
Megapolitan
Warga Perlu Diedukasi Hadap...
Luar Negeri
Trump Ancam Bombardier Kana...
Advertisement
Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.