Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Masuk Tahap Open Submission

📅 Sabtu, 06 Jun 2026, 16:08 WIB | Oleh:
Lawang Sewu Short Film Festival 2026 Masuk Tahap Open Submission Doc: KORAN JAKARTA/DOKUMEN
Ket. Ajang Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026 resmi dibuka di Lawang Sewu, Kota Semarang, Jawa Tengah, baru- baru ini.

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali menghadirkan ajang kompetisi Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Pendaftaran siaran karya (Open Submission) resmi dibuka mulai 1 Juni.

Ajang ini digelar dengan jangkauan program yang diperluas guna merangsang pertumbuhan ekosistem industri kreatif perfilman di Ibu Kota Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa penyelenggaraan LOFF tahun ini sengaja mengikat program pendanaan ide cerita (Film Fund) dengan target capaian pembangunan daerah. Pihaknya ingin menggandeng pemikiran kritis generasi muda untuk ikut menyuarakan isu-isu strategis secara lebih luas.

"Tema kompetisi Film Fund tahun ini dikunci pada isu 'Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup'. Langkah ini bersesuaian dengan fokus kebijakan makro RPJMD Tahun Ke dua Kota Semarang. Kami menantang para sineas lokal untuk ikut andil mengkampanyekan kemandirian sektor pangan dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sinema kreatif. Gerakan ini menjadi bentuk intervensi budaya agar masyarakat lebih peduli pada program prioritas kota," ujar Agustina belum lama ini.

Jalur kompetisi Lawang Sewu Film Fund 2026 dialokasikan khusus bagi komunitas film yang berbasis di Kota Semarang. Tim kurator akan menyaring seluruh proposal yang masuk menjadi 10 ide cerita terbaik. Seluruh finalis tersebut bakal mendapatkan fasilitas kelas bimbingan (Mini Lab) intensif secara gratis bersama para sineas nasional.

Pada babak akhir, satu ide terbaik akan dipilih untuk mendapatkan fasilitasi dana stimulan produksi dari Pemkot Semarang agar proposal tersebut dapat diproduksi menjadi sebuah karya film utuh.

Selain jalur pendanaan ide baru, Pemkot Semarang juga membuka ruang kompetisi berskala nasional melalui Lawang Sewu Film Competition (Kompetisi Film Pendek). Jalur ini dibuka untuk kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dari seluruh penjuru Indonesia. Seluruh karya film fiksi yang didaftarkan wajib memiliki durasi maksimal 15 menit serta diproduksi dalam rentang waktu tahun 2024 hingga 2026.

"Sementara itu, tema yang diusung untuk kategori kompetisi film pendek nasional adalah 'Semarang Berkisah untuk Cerita Dunia'. Sudut pandang ini dirancang sebagai panggung bagi para sineas di mana pun untuk mengangkat identitas, pariwisata, sejarah, hingga dinamika budaya Kota Semarang ke dalam karya visual. Distribusi film-film tersebut nantinya menjadi strategi promosi daerah yang sangat efektif," katanya.

Sebagai informasi, LOFF 2026 merupakan agenda festival film pendek untuk membangun ekosistem perfilman yang hidup di Kota Semarang. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas, akademisi, pelaku industri, hingga pemerintah, festival ini diharapkan mampu menjadi mesin regenerasi talenta kreatif sekaligus motor penggerak sektor pariwisata, UMKM, dan industri hospitality di Kota Semarang.

Pada malam puncaknya tanggal 22 Oktober 2026, kompetisi ini akan memperebutkan sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk penghargaan Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Penyunting Terbaik, Pemeran Terbaik, dan Film Pendek Favorit.

Masyarakat yang ingin mendaftarkan proposal ide cerita maupun karya film pendek terbaik dapat mengakses seluruh panduan teknis melalui situs resmi lawangsewufilmfest.semarangkota.go.id. Periode pendaftaran jalur pendanaan dibuka sampai 15 Juli 2026, sedangkan jalur kompetisi film pendek ditutup pada 1 September 2026. Agenda terdekat dari rangkaian festival ini akan diawali dengan kegiatan Sosialisasi dan Lawang Sewu Talks pada 12–13 Juni 2026 mendatang.

"Saya mengajak seluruh anak muda di Kota Semarang dan para sineas kreatif dari seluruh Indonesia untuk segera mengirimkan karya terbaik sebelum batas waktu penutupan. Jangan ragu untuk mulai berkisah, suarakan perspektif kalian secara jujur, dan manfaatkan kesempatan emas ini sebagai pintu masuk menuju industri sinema yang lebih luas," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Prancis Terguncang Kerugian...
Luar Negeri
Afghanistan-Pakistan Terlib...
Luar Negeri
Mesir Siap Pasang Badan Ban...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.