Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Irwan Hidayat Berbagi Wawasan dalam Konferensi Internasional Stikes Telogorejo Semarang

📅 Sabtu, 14 Des 2024, 00:30 WIB | Oleh:
Irwan Hidayat Berbagi Wawasan dalam Konferensi Internasional Stikes Telogorejo Semarang Doc: Koran Jakarta/Henri Pelupessy
Ket. Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menjadi keynote speaker dalam Konferensi Internasional ke 6 Stikes Telogorejo Semarang, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12).

SEMARANG - Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memberikan inspirasi dan wawasan berharga mengenai pengembangan sekolah berbasis kesehatan dalam Konferensi Internasional ke-6 Stikes Telogorejo- 6th International Conference on Health Practice and Research (6th ICHPR) dengan tema "Building Mental Health Awareness to Improve Quality of Life".

Dalam sesi keynote speaker yang digelar di Auditorium Lantai 4, Jalan Puri Anjasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/12), Irwan menekankan pentingnya Stikes Telogorejo untuk menjadi institusi yang tidak hanya unggul, tetapi juga berbeda dan inovatif dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan kesehatan di Indonesia.

Tujuannya agar semakin dikenal dan berkembang ke depannya. Jika sama dengan yang lain, diyakini Irwan Hiayat akan sulit dan justru selalu berjalan stagnan.

Ini pula yang selama ini dilakukan Sido Muncul, di mana produk- produk yang dihasilkan berbeda dengan produk herbal lainnya di pasaran.

“Semua produk itu baik, tetapi bagaimana selain baik juga ada pembeda dengan yang lainnya. Itu yang perlu dipikirkan, sehingga akan mudah dan cepat dikenal masyarakat,” kata Irwan.

Irwan yang mendapat gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menggambarkan, Sido Muncul mengembangkan produk berbasis herbal yang teruji klinis. 

Ini dilakukan dari pengalaman pribadi ketika produk yang dihasilkan susah laku di pasaran pada periode 1969 hingga 1985.

“Dari situ kemudian saya mencoba meniru pabrik farmasi. Pabrik farmasi sukses karena memiliki partner yakni dokter, sedangkan kami para penjual jamu tidak ada, padahal produknya baik. Dari produk yang sebatas berbasis pengalaman namun sulit dijelaskan ilmiah itulah, kami melakukan uji klinis untuk produk- produk Sido Muncul,” ungkap Irwan.

Dikenal Pubblik

Produk-produk yang dihasilkan Sido Muncul menjadi lain dari yang lainnya. Ketika produk itu sudah teruji klinis, akan menjadi lebih laku dan dikenal lebih luas, meskipun sebatas produk alamiah (herbal). 

Pihaknya berharap agar Stikes Telogorejo Semarang dapat berbeda dengan institusi lainnya. 

Meskipun sama- sama bergerak di bidang kesehatan, tetapi ada sesuatu yang berbeda, sehingga semakin dikenal publik.

“Kami yakin Stikes Telogorejo Semarang bisa berkembang dan menjadi hebat ke depannya, asalkan ada pembeda, ada yang berbeda di sekolah ini,” ucapnya.

Irwan Hidayat menyarankan ada beberapa hal yang sekiranya perlu diajarkan di Stikes Telogorejo Semarang, yang sama pula diterapkan selama ini di Sido Muncul. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

58 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.