Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 8 Persen

📅 Rabu, 04 Des 2024, 02:00 WIB | Oleh:
Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 8 Persen Doc: antara
Ket. Rachmat Pambudy Menteri PPN/Bappenas - Selain itu juga dilakukan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar untuk menurunkan kemiskinan.

JAKARTA – Pemerintah optimistis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dengan mendorong sisi permintaan dan produksi. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen, kunci utama adalah reformasi struktural melalui reformasi birokrasi dan deregulasi, didukung dengan integrasi berbagai kartu kesejahteraan.

Demikian dikatakan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, pada forum konsultasi publik (FKP) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa (3/12).

“Selain itu juga dilakukan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar untuk menurunkan kemiskinan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan efisiensi pelaksanaan program," ujar Rachmat Pambudy.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), tambah Rachmat Pambudy, Bappenas telah merancang program seperti pemberian makanan bergizi gratis (MBG), perbaikan infrastruktur sekolah, serta peningkatan layanan kesehatan untuk mengentaskan penyakit seperti tuberkulosis. Beberapa program ini merupakan bagian dari upaya mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen.

Seperti dikutip dari Antara, Rachmat Pambudy mengatakan pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai delapan persen selama 2025–2029.

Kumpulkan Investasi

Beberapa prasyarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi delapan persen yaitu mengumpulkan investasi selama periode lima tahun ke depan sebesar 49.418 triliun rupiah, meningkatkan penanaman modal asing (PMA) per produk domestik bruto (PDB) 2 persen, share industri per PDB tahun 2029 meningkat hingga 21,9 persen, ekspor barang 400 miliar dollar AS, lalu pangsa pasar rantai pasok global/global value chain 1,4 persen.

Kemudian juga meningkatkan pendapatan negara per PDB tahun 2029 mencapai 18 persen, belanja negara per PDB 20 persen, produksi pangan meningkat 20 juta ton gabah kering giling (GKG), proporsi kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) 45,6 persen, dan rasio PDB pariwisata 5 persen dengan devisa 39,44 miliar dollar AS.

Dalam FKP, Kepala Bappenas menegaskan RPJMN 2025–2029 merupakan penjabaran dari visi, misi, serta prioritas Presiden RI atau yang disebut Asta Cita, dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

"RPJMN akan menjadi acuan bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan nasional. RPJMN 2025–2029 fokus pada Asta Cita, yang akan menjadi prioritas nasional selama lima tahun ke depan," kata dia.

Bappenas menggunakan konsep Trisula Pembangunan sebagai kerangka pikir yang mencakup pertumbuhan ekonomi tinggi nan berkelanjutan, penurunan kemiskinan, dan pembangunan SDM berkualitas. Ketiga pilar ini bakal dikombinasikan dengan pengembangan wilayah dan mekanisme manajemen risiko pembangunan yang solid.

Menteri PPN mengharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dalam perencanaan pembangunan.

"Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan perencanaan yang komprehensif, integratif, dan implementatif, serta memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat," ungkap Rachmat.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, siap meningkatkan investasi agar target pertumbuhan ekonomi nasional delapan persen dapat tercapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong Pe...

Pertama di Indonesia, PON Dilaksanakan di Pinggir Pantai

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pertama di Indonesia, PON D...
Ekonomi
MagangHub Jadi Jembatan Fre...

Rupiah Masih Rentan - 04 September 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 04 Se...
Advertisement
PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.