Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 22:10 WIB | Oleh:
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan Doc: Istimewa
Ket. Kondisi pasca banjir badang Nepal-Tibet. WMO memperingatkan, El Niño berpotensi memberikan pukulan besar bagi masyarakat dan perekonomian di seluruh dunia

JENEWA — Fenomena El Niño terus menguat dan diperkirakan mencapai intensitas sangat kuat menjelang akhir 2026. Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organization (WMO) menyebut kondisi ini berpotensi mengubah pola suhu dan curah hujan di berbagai wilayah dunia serta meningkatkan risiko kekeringan, banjir dan gelombang panas hingga awal 2027.

Dalam Pembaruan El Niño/La Niña yang dirilis WMO pada Kamis (3/9), disebutkan El Niño telah terbentuk secara jelas di wilayah tropis Pasifik. Pada pertengahan Agustus, suhu permukaan laut di Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur berada jauh di atas normal dan terus meningkat.

Prakiraan dari Pusat Produksi Global WMO menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen El Niño bertahan hingga September-November 2026 dan Desember 2026-Februari 2027. WMO juga memperkirakan fenomena tersebut semakin menguat dalam beberapa bulan mendatang dan mencapai puncaknya menjelang akhir tahun.

WMO menyatakan tidak ada indikasi kondisi ENSO netral maupun La Niña akan kembali selama periode prakiraan tersebut. Pembaruan ini disusun melalui kolaborasi WMO dan International Research Institute for Climate and Society (IRI), dengan menggunakan konsensus model dari pusat-pusat prakiraan iklim dan para ahli meteorologi di berbagai negara.

Dalam pembaruan prospek musiman yang dirilis pada hari yang sama, rata-rata anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4 diperkirakan mencapai sekitar 3,6 derajat Celsius pada periode September-November 2026. Intensitasnya diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai puncak pada November-Desember.

Kondisi laut yang sangat hangat tersebut diperkirakan berdampak terhadap pola cuaca di berbagai kawasan. WMO memperkirakan peluang suhu di atas normal meningkat di hampir seluruh wilayah daratan dunia selama September-November.

Pola curah hujan juga diperkirakan berubah. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami kondisi lebih kering dari biasanya, sementara kawasan lain menghadapi peluang curah hujan lebih tinggi. Perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, banjir dan cuaca ekstrem lainnya.

Asia Tenggara termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian karena El Niño secara umum berkaitan dengan berkurangnya curah hujan di kawasan tersebut. Indonesia juga menghadapi risiko kondisi lebih kering yang dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Di sisi lain, wilayah tertentu dapat mengalami curah hujan lebih tinggi. WMO menyebut dampak El Niño tidak seragam di seluruh dunia karena dipengaruhi oleh intensitas, waktu kejadian serta interaksinya dengan fenomena iklim lain.

Salah satu fenomena yang turut menjadi perhatian adalah Indian Ocean Dipole (IOD). WMO memperkirakan fase positif IOD berkembang dan mencapai nilai rata-rata musiman sekitar 0,9 derajat Celsius pada September-November 2026. Suhu laut di wilayah Atlantik tropis juga diperkirakan tetap lebih tinggi dari normal. Kondisi-kondisi tersebut dapat memperkuat, melemahkan atau mengubah pola dampak El Niño di sejumlah wilayah.

Risiko kekeringan hingga banjir

El Niño merupakan fenomena iklim alami yang terjadi akibat perubahan suhu laut dan pola atmosfer di Samudra Pasifik. Ketika air laut di Pasifik tengah dan timur menghangat secara tidak normal, perubahan tersebut dapat memengaruhi pola angin, curah hujan dan suhu di berbagai belahan dunia.

WMO menegaskan bahwa semakin kuatnya El Niño tidak otomatis berarti dampaknya akan sama kuat di setiap wilayah. Faktor lokal dan fenomena iklim lainnya tetap menentukan kondisi cuaca yang terjadi di masing-masing kawasan.

Namun, WMO memperingatkan bahwa El Niño yang sangat kuat dapat meningkatkan peluang terjadinya perubahan signifikan pada pola suhu dan curah hujan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Luar Negeri
Ikan Pelangi Endemik Austra...
Luar Negeri
Alaska Digoyang Gempa Kuat ...
Advertisement
WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

WMO dan PBB Peringatkan El Niño Meningkat Menuju Level Sangat Kuat, Timbulkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027 dan Dampaknya pada Masyarakat Rentan

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.