Gubernur Kalbar Ria Norsan Duga Lahan di Kubu Raya Sengaja Dibakar untuk Buka Pertanian.
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 09:57 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menduga lahan yang terbakar di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, sengaja dibakar untuk membersihkan semak sekaligus membuka area pertanian.
“Setelah saya meninjau lahan ini, saya melihat lahan ini diduga dibakar. Dugaan saya, lahan ini dibakar supaya tanah ini luas, tidak ada lagi semak-semak, dan tinggal mereka datang menanami,” kata Ria Norsan saat meninjau lokasi lahan terbakar di Desa Limbung, Kamis.
Menurut Norsan, praktik pembukaan lahan dengan cara membakar masih terjadi karena dinilai lebih cepat dan murah dibandingkan menggunakan alat berat untuk membersihkan semak dan mengolah lahan.
Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan alternatif pembukaan lahan yang lebih aman agar masyarakat tidak menjadikan pembakaran sebagai pilihan dalam mengelola lahan pertanian maupun perkebunan.
“Alat berat itu sewanya juga mahal. Mungkin ke depan bagaimana kita bisa bekerja sama dengan PUPR atau pihak terkait yang bisa memberikan bantuan kepada masyarakat, misalnya meminjamkan alat berat untuk mengolah lahan ini supaya cepat jadi lahan pertanian,” ujarnya.
Ia menilai dukungan sarana pengolahan lahan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang masyarakatnya masih mengandalkan cara pembukaan lahan dengan pembakaran.
Norsan mengatakan lahan yang dikelola secara produktif juga cenderung lebih terawat karena masyarakat memiliki kepentingan untuk menjaga lahan tersebut dari kebakaran.
“Kalau sudah jadi pertanian, perkebunan, mereka akan jaga. Tapi kalau enggak ada yang jaga, tetap ada yang bakar. Itu karena membakar lebih cepat dan lebih murah,” katanya.
Ia menambahkan penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi harus disertai langkah pencegahan dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
Untuk itu, Pemprov Kalbar akan melihat kembali kondisi dan pemanfaatan lahan tersebut setelah musim kemarau berakhir dan hujan turun. Pemerintah juga mendorong penanaman kembali pada lahan yang dinilai sesuai untuk direhabilitasi.
“Kalau nanti setelah kemarau ini ada hujan, saya minta dari lingkungan hidup dan kehutanan menyiapkan bibit. Kita datang lagi ke lokasi, kita tanam sama-sama. Kita hijaukan dengan akasia,” ujarnya.
Norsan berharap keterlibatan lintas sektor dalam pengelolaan lahan pascakebakaran dapat memberikan masyarakat alternatif pembukaan lahan tanpa membakar, sekaligus memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kalimantan Barat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!