Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terpapar Kabut Asap, Orangutan yang Ditemukan Warga Mati Setelah Alami Gangguan Pernapasan

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 08:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terpapar Kabut Asap, Orangutan yang Ditemukan Warga Mati Setelah Alami Gangguan Pernapasan Doc: Kemenhut
Ket. Dokter memeriksa kondisi orang utan kalimantan (Pongo pygmaeus) dalam kondisi lemah diduga karena paparan asap kebakaran lahan di Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang pada Minggu (30/8/2026).

JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kematian satu individu orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna yang sebelumnya ditemukan tengah mengalami gangguan pernapasan diduga karena paparan asap di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna serta mengapresiasi respons masyarakat yang telah melaporkan keberadaan satwa tersebut, setelah upaya penyelamatan dilakukan pada 30 Agustus 2026.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," ujar Murlan.

Dia menjelaskan Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Sempurna pertama kali dilaporkan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) segera melakukan upaya penyelamatan.

Tim kemudian memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan intravena sebelum Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Namun, kondisi Sempurna terus menurun. Sekitar pukul 14.00 WIB, pernapasannya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak terdeteksi. Setelah menunjukkan tanda-tanda henti napas, tim melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.

Murlan mengatakan demi mengetahui kondisi kesehatan dan dugaan penyebab kematian, nekropsi dilakukan pada 1 September 2026 yang menunjukkan adanya perubahan patologis pada beberapa organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.

Berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan tersebut, perubahan patologis pada paru-paru diduga berkaitan dengan paparan asap yang berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.

Kondisi tersebut selanjutnya diduga berkontribusi terhadap gangguan fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna.

Terkait kasus itu dia menyebut bahwa laporan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan satwa liar, khususnya dalam kondisi darurat seperti ketika satwa ditemukan sakit, terluka, atau terdampak kebakaran hutan dan lahan.

“Peran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Hari Ini Resmi Diperingati ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.