Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Skenario Tim Indonesia U-20 Lolos ke Piala Asia 2027: Menang Mengunci Tiket, Imbang Menghitung Peluang, Kalah Menunggu Hasil Lain

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 08:28 WIB | Oleh:
Tiga Skenario Tim Indonesia U-20 Lolos ke Piala Asia 2027: Menang Mengunci Tiket, Imbang Menghitung Peluang, Kalah Menunggu Hasil Lain Doc: PSSI
Ket. Tim U-20 Indonesia.

JAKARTA – Tim U-20 Indonesia memasuki pertandingan terakhir dengan satu target yang paling jelas: mengalahkan Australia. Kemenangan akan menutup seluruh perhitungan dan mengantarkan Garuda Muda langsung ke Piala Asia U-20 2027 sebagai juara Grup H. Namun, jalan Indonesia ternyata tidak hanya satu. Hasil imbang, bahkan kekalahan, masih menyisakan peluang, meski dengan konsekuensi perhitungan yang jauh lebih rumit.

Anak asuh Nova Arianto saat ini memimpin klasemen sementara Grup H dengan empat poin. Posisi itu diraih setelah Indonesia bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia, sebelum membukukan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Laos.

Australia membuntuti di peringkat kedua dengan koleksi poin yang sama. Mereka menang 2-0 atas Laos dan kemudian bermain imbang 2-2 melawan Malaysia. Indonesia untuk sementara berada di atas Australia berkat keunggulan selisih gol, yakni +3 berbanding +2.

Malaysia menempati posisi ketiga dengan dua poin hasil dari dua kali imbang. Setelah ditahan Indonesia 0-0, tim asuhan Muhammad Shukor bin Adan kembali berbagi angka ketika bermain 2-2 melawan Australia. Sementara Laos berada di dasar klasemen tanpa poin dan sudah dipastikan gagal bersaing memperebutkan tiket ke putaran final.

Dengan satu pertandingan tersisa, persaingan kini mengerucut pada tiga tim: Indonesia, Australia, dan Malaysia. Sesuai format kualifikasi, delapan juara grup dan tujuh runner-up terbaik akan mendapatkan tiket ke Piala Asia U-20 2027.

Pertandingan terakhir Grup H akan digelar Minggu, 6 September 2026. Indonesia menghadapi Australia pada pukul 16.00 WIB, sedangkan Malaysia bertemu Laos tiga jam kemudian.

Bagi Indonesia, skenario paling sederhana adalah menang atas Australia. Tambahan tiga poin akan membuat Indonesia mengoleksi tujuh angka, sementara Australia berhenti pada empat poin. Dalam situasi itu, hasil Malaysia melawan Laos tidak lagi relevan. Malaysia, sekalipun menang, hanya akan mencapai lima poin.

Kemenangan dengan skor berapa pun akan memastikan Indonesia lolos sebagai juara grup. Inilah jalur yang paling aman dan menjadi target utama Nova Arianto beserta anak asuhnya.

Persoalan menjadi lebih kompleks apabila Indonesia hanya bermain imbang. Dengan hasil tersebut, Indonesia dan Australia sama-sama mengakhiri fase kualifikasi dengan lima poin. Jika Malaysia gagal mengalahkan Laos, Indonesia akan tetap berada di atas Australia.

Secara regulasi, penentuan peringkat bagi tim dengan poin sama memang pertama-tama menggunakan hasil pertemuan langsung. Namun, apabila Indonesia dan Australia bermain imbang, faktor itu tidak mampu memisahkan kedua tim karena keduanya sama-sama tidak meraih kemenangan. Penentuan kemudian beralih ke selisih gol sebagaimana diatur dalam Pasal 8.3 Regulasi Piala Asia U-20 2027.

Indonesia saat ini memiliki selisih gol +3, sedangkan Australia +2. Hasil seri dengan skor berapa pun tidak akan mengubah selisih gol kedua tim. Karena itu, Indonesia tetap unggul dan berhak finis di atas Australia.

Namun, skenario tersebut hanya berlaku apabila Malaysia tidak menang atas Laos. Jika Malaysia meraih tiga poin, ketiga tim akan sama-sama memiliki lima poin. Kondisi itu akan memunculkan klasemen mini antara Indonesia, Australia, dan Malaysia, dengan hasil pertandingan melawan Laos tidak lagi diperhitungkan.

Di sinilah posisi Indonesia menjadi lebih rumit. Indonesia bermain 0-0 melawan Malaysia, sementara Australia dan Malaysia bermain 2-2. Artinya, produktivitas gol menjadi faktor yang dapat menentukan nasib Garuda Muda.

Jika Indonesia bermain imbang dengan Australia dalam situasi Malaysia menang atas Laos, hasil 1-1 berpotensi tidak cukup. Indonesia setidaknya membutuhkan hasil seri 3-3 atau lebih untuk menjaga keunggulan produktivitas gol dalam perhitungan klasemen mini. Dengan kata lain, imbang memang masih dapat membuka jalan menuju posisi puncak, tetapi Indonesia harus memperhatikan bukan hanya hasil pertandingan sendiri, melainkan juga skor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Demam Lassa Mengamuk di Nig...
Luar Negeri
Gempuran Rudal Russia Hanta...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.