Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikdasmen: Pendidikan Vokasi Berperan Penting sebagai Pilar Ekonomi Negara

📅 Selasa, 03 Des 2024, 19:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikdasmen: Pendidikan Vokasi Berperan Penting sebagai Pilar Ekonomi Negara Doc: ANTARA/Sean Filo Muhamad
Ket. Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Adi Nuryanto

JAKARTA - Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Adi Nuryanto menegaskan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam memperkuat pembangunan ekonomi nasional.

"Sebagai sistem pendidikan yang berorientasi pada praktik dan kebutuhan dunia kerja, pendidikan vokasi mempersiapkan lulusan untuk langsung terjun ke industri dengan keterampilan yang relevan dan spesifik," kata dia dalam Forum Vocationomics di Jakarta, Selasa (3/12).

Adi juga menyoroti pentingnya evaluasi reguler terhadap kebijakan pendidikan vokasi, termasuk analisis data lulusan, tingkat penyerapan kerja, dan relevansi kurikulum.

Di Indonesia, paparnya, terdapat sekitar 14.000 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 2.200 perguruan tinggi vokasi, dan lebih dari 20.000 lembaga kursus.

Adi menilai hal ini merupakan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia untuk dapat dikembangkan menjadi SDM berkualitas, sehingga mampu menghadapi tantangan global.

"Dengan fokus pada pengembangan kemampuan teknis dan profesional, lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja yang semakin kompleks, sekaligus mendorong mobilitas sosial dan ekonomi individu," ujar dia.

Meski demikian Adi menyebut terdapat tantangan besar yang harus dihadapi, karena dari 64,2 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sebanyak 99,62 persen atau sekitar 63 juta diantaranya merupakan pelaku usaha mikro dan memiliki pengaruh besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Menurut Adi, dominasi sektor mikro ini mengindikasikan perlunya transformasi ekonomi untuk meningkatkan produktivitas dan stabilitas kerja. "Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja Indonesia bekerja di sektor informal atau usaha kecil dengan modal terbatas," ucap dia.

Oleh karena itu Adi mengajak peran serta para mitra di sekolah vokasi dan industri untuk bersama-sama menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan untuk dapat mengakselerasi modernisasi sektor ekonomi tradisional, mempercepat industrialisasi, dan mendorong terciptanya ekonomi berbasis pengetahuan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.