Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong, Janjikan Harga Lebih Stabil dan Impor Dibatasi

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gibran Serap Aspirasi Petani Singkong, Janjikan Harga Lebih Stabil dan Impor Dibatasi Doc: Antara
Ket. Wapres Gibran Rakabuming (kiri) saat bertemu dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur di Provinsi Lampung pada Rabu (15/7).

Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyerap aspirasi petani terkait penyesuaian harga komoditas singkong dalam dialog dengan 33 perwakilan kelompok tani di Kabupaten Lampung Timur, Lampung pada Rabu (15/7).

Menurut keterangan Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Rabu, Wapres Gibran melakukan dialog bersama perwakilan dari 33 kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang dan dirinya menegaskan bahwa pemerintah terus mengakselerasi agenda swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, melalui pembenahan berbagai aspek fundamental sektor pertanian.

"Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan," tutur Wapres Gibran.

Menurut Gibran, keberhasilan penguatan komoditas beras perlu diikuti dengan perhatian yang sama terhadap komoditas pangan strategis lainnya, termasuk ubi kayu atau singkong.

Oleh karena itu, pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para petani.

Dalam dialog bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya itu, Wapres mendengarkan para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi.

Aspirasi tersebut meliputi usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen, hingga penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani memperoleh akses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.

Merespons berbagai masukan tersebut, Wapres menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya.

"Untuk menjaga stabilitas harga, ini saya kira ada terkait regulasi ya, pembatasan impor ubi kayu dan turunannya, ada pembatasan itu," kata Wapres.

Selain itu, Wapres memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.

Menurutnya, penyelesaian persoalan HET, standardisasi alat ukur, serta penetapan kadar aci akan menjadi faktor penting dalam menciptakan tata niaga singkong yang lebih adil dan memberikan kepastian harga bagi petani.

"Masalah HET, Nanti segera didiskusikan dengan pimpinan kami. Lalu standarisasi alat ukur, kadar aci. Nanti sudah ada tiga itu, saya yakin harga akan stabil, tidak fluktuatif lagi, dan untuk masalah kesejahteraan akan meningkat," demikian Gibran Rakabuming.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
    Call Center Resmi Spinjam Spinjam shopee pinjam paling ...
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Penutupan Pendakian Gunung Gede Ditambah selama Dua Pekan Usai Kebakaran

Penutupan Pendakian Gunung Gede Ditambah selama Dua Pekan Usai Kebakaran

18 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.