Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Sarankan KemenKPK Identifikasi 'Gelombang Besar' Program Stunting

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 13:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK Sarankan KemenKPK Identifikasi 'Gelombang Besar' Program Stunting Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Menko PMK Pratikno (tengah) saat berkunjung ke Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemenKPK)/BKKBN, Jakarta, membahas terkait program-program strategis termasuk penurunan stunting pada Kamis (31/10/2024).

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyarankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemenKPK)/BKKBN untuk menumpangi "gelombang besar" atau program-program dari kementerian/lembaga lain guna mengatasi stunting.

"Kami mengajak bapak/ibu untuk mengidentifikasi gelombang besar, bagaimana Kemenko PMK dan KemenKPK/BKKBN bisa membuat Kementerian PUPR terlibat untuk sanitasi, bedah rumah untuk di daerah-daerah yang krusial (permasalahan stuntingnya)," kata Pratikno pada kunjungan ke kantor KemenKPK, Jakarta, Kamis (31/10).

Ia menegaskan apabila sesama kementerian dapat saling mengidentifikasi permasalahan stunting, maka akan lebih mudah untuk memobilisasi sumber daya manusia untuk bergerak mempercepat penurunan stunting.

"Problem stunting misalnya karena makanan bergizi, nanti (hubungannya) dengan produksi pangan bagaimana, logistik, daya beli, kalau karena air, kita bicara dengan Kementerian Pertanian, PUPR. Kemudian kalau dengan Kemendagri, bagaimana memastikan kita akuntabel, bisa dipercaya, bisa diandalkan, dan punya strategi efektif, sehingga kita bisa memobilisasi sumber daya," ujar Pratikno.

Ia menegaskan Kemenko PMK akan berusaha menjalankan fungsi navigasi untuk mengatasi setiap program yang terkait dengan pembangunan sumber daya manusia, termasuk salah satunya penurunan stunting.

"Jadi kami di Kemenko PMK berusaha menjalankan fungsi navigasi, tetapi sekaligus mengawasi yang sudah jalan, empower (memberdayakan) yang belum jalan dan memberi energi yang belum berjalan," ucapnya.

Pratikno juga menyarankan daerah-daerah yang memiliki fiskal tinggi untuk memberikan program-program pemberian protein kepada ibu hamil atau mulai dari remaja, sehingga lebih terjaga asupan gizinya.

"Daerah-daerah kaya diwajibkan untuk memberikan power boost, misalnya simpel aja ya kepada ibu-ibu daerah-daerah kaya diwajibkan memberikan telur rebus kepada ibu-ibu, kan urusan stunting mulai dari remaja, ibu muda, supaya dijaga asupan gizinya," papar Pratikno.

Ia menekankan KemenKPK/BKKBN dapat mengidentifikasi program, dana, dan gelombang besar yang bisa ditumpangi dari kementerian lain sambil menyiapkan sumber daya manusianya.

"Penumpangnya apa yang bisa kita titipkan, misalnya PUPR di wilayah kawasan untuk penanganan air bersih dan seterusnya, Kemendagri kita mendorong pemda melakukan belanja-belanja tertentu, program-program tertentu," kata Pratikno.

Ia juga menyebutkan pentingnya pembelajaran di sekolah terkait gizi agar anak-anak dan orang tua dapat saling mengedukasi.

"Atau pembelajaran di sekolah, bagaimana edukasi anak kepada orang tua, bukan hanya orang tua kepada anak, tentang gizi bisa ditugaskan lewat kurikulum, agar anak bisa menjadi agen untuk mengedukasi ibu dan lain sebagainya," tutur Menko PMK Pratikno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...
Daerah
Gunung Lewotobi Laki-Laki A...
Rona
Pemusatan latihan Gita Baha...

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.