Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengiriman Udang Diperketat! Karantina NTB Waspadai Ancaman Ini

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Pengiriman Udang Diperketat! Karantina NTB Waspadai Ancaman Ini Doc: Antara foto/HO-Karantina NTB
Ket. Petugas Karantina NTB memeriksa komoditas udang windu sebelum dilalulintaskan ke luar daerah di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat (Karantina NTB) memperketat pengawasan lalu lintas komoditas udang antar wilayah guna mencegah penyebaran hama dan penyakit ikan karantina (HPIK).

Kepala Karantina NTB Ina Soelistyani mengatakan tindakan karantina diperlukan untuk memberikan kepastian bahwa setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi standar teknis sebelum masuk ke daerah tujuan.

"Ketika produk dinyatakan sehat dan memenuhi ketentuan, pelaku UMKM memiliki kepastian untuk mendistribusikan produknya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Rabu.

Ina menjelaskan pemenuhan persyaratan karantina sejak daerah asal dapat membantu mengurangi berbagai potensi kendala dalam proses distribusi komoditas perikanan antar wilayah.

Menurut dia, kelancaran pengiriman dan kepastian kesehatan komoditas turut menentukan kepercayaan konsumen di daerah tujuan.

"Kepastian kesehatan dan kelayakan komoditas diharapkan mampu memperkuat daya saing produk perikanan NTB sekaligus membuka akses pasar yang semakin luas bagi pelaku usaha daerah," kata Ina.

Lebih lanjut dia mengimbau pelaku usaha memenuhi seluruh persyaratan karantina sebelum melalulintaskan komoditas perikanan agar proses pengiriman berjalan lancar dan produk daerah dapat diterima di pasar tujuan.

Pada 2 September 2026, Karantina NTB melakukan pemeriksaan organoleptik serta memeriksa kelengkapan dokumen terhadap komoditas udang windu asal Kota Mataram sebelum dilalulintaskan menuju Jakarta Utara.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan udang yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak membawa HPIK yang berpotensi menyebar ke wilayah Jakarta Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.