Tak Sekadar Gaya, Kemenekraf Ingin Fesyen Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi
📅 Senin, 06 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Sektor fesyen nasional menjadi salah satu penggerak penting industri kreatif karena memiliki nilai tambah tinggi, daya serap tenaga kerja yang besar, serta potensi ekspor yang terus berkembang.
Di tengah perubahan tren dan persaingan global, pelaku usaha dituntut semakin adaptif dalam mengembangkan desain, memanfaatkan teknologi digital, serta mengedepankan keberlanjutan.
Dengan dukungan inovasi dan penguatan merek lokal, industri fesyen Indonesia berpeluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggandeng Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk memacu kontribusi sektor fesyen nasional sebagai penggerak ekonomi melalui penyelenggaraan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan momentum event ini dapat dimanfaatkan untuk membuka keran pasar internasional pada produk yang berpotensi mendatangkan ekspor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kita bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kita ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7).
Riefky mengatakan sektor ini telah membuktikan posisinya sebagai pilar utama ekonomi kreatif dengan kontribusi sebesar 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif pada tahun 2025.
Selain mendominasi pasar domestik, subsektor fesyen juga menguasai pasar internasional dengan menyumbang 58,55 persen dari total ekspor ekonomi kreatif pada periode Januari–April 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian Ekraf melihat penyelenggaraan IFW 2026 menjadi momentum krusial untuk memperkuat rantai pasok sekaligus mengukur dampak ekonomi nyata pada subsektor fesyen nasional.
Fokus penguatan ini berkaca pada capaian IFW tahun lalu yang melibatkan lebih dari 200 brand dan desainer serta 4.000 pekerja kreatif dengan total pengunjung mencapai 34.000 orang, serta lonjakan transaksi digital hingga 50 persen.
"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.
Gelaran IFW 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di JICC Senayan dengan mengusung tema 'Ulos Simetria' kekayaan wastra, budaya, dan kreativitas Sumatra Utara diangkat sebagai inspirasi utama.
IFW 2026 merupakan agenda tahunan yang mempertemukan seluruh ekosistem industri mode, mulai dari desainer, akademisi, produsen aksesoris, hingga investor dan pembeli.
Ajang yang diinisiasi oleh APPMI ini berkomitmen memfasilitasi pameran dagang, business matching, forum industri, hingga peragaan busana berbasis budaya Nusantara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!