Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintahan Junta Militer Gelar Sensus

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintahan Junta Militer Gelar Sensus Doc: AFP
Ket. Seorang petugas sensus sedang mencatat data warga di Naypyidaw, Myanmar, pada Rabu (2/10). Pihak musuh junta yang berkuasa menyerukan agar warga Myanmar memboikot sensus ini karena junta berusaha menciptakan legitimasi politik untuk kudeta melalui sensus ini.

YANGON - Petugas sensus yang dikawal polisi dan tentara pada Rabu (2/10) mulai menelusuri jalanan di Myanmar untuk melaksanakan survei nasional yang oleh kelompok antijunta diserukan agar diboikot.

Junta yang berkuasa terus melanjutkan sensus meskipun telah kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah negara itu kepada kelompok bersenjata yang menentang kekuasaannya. Konflik berdarah saat ini berkecamuk di sebagian besar Myanmar, tetapi junta mengatakan survei diperlukan untuk memperbarui daftar pemilih menjelang pemilu yang dijanjikan pada tahun 2025.

Pada Rabu, tim pendataan yang didampingi oleh tentara dan polisi bersenjata mendatangi rumah ke rumah di Yangon untuk mengisi 68 pertanyaan survei. "Guru sekolah, pemerintah daerah, polisi, dan anggota milisi setempat melakukan sensus. Milisi yang mengikuti pelatihan dasar militer membantu menjaga keamanan di wilayah mereka," kata seorang perwira militer kepada AFP yang berbicara tanpa menyebutkan nama karena ia tidak berwenang berbicara kepada media.

"Kami telah memperketat keamanan saat melakukan sensus ini karena khawatir adanya ancaman teroris," imbuh dia.

Sensus tersebut dilakukan saat junta yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing terhuyung-huyung akibat kekalahan di medan perang terhadap kelompok bersenjata etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) pro-demokrasi yang bangkit untuk menentang kudeta militer pada tahun 2021.

Seruan Boikot

Sensus tersebut mencakup pertanyaan tentang anggota keluarga yang tinggal jauh dari rumah yang menurut para kritikus merupakan cara junta untuk mengidentifikasi siapa yang telah bergabung dengan kelompok bersenjata atau melarikan diri dari negara tersebut untuk menghindari wajib militer.

"Mereka terutama fokus pada daftar anggota keluarga di rumah tangga tersebut dan mereka juga bertanya tentang anggota keluarga yang tinggal jauh," kata Wai Wai, seorang ibu tiga anak di Kotapraja Lewe dekat Ibu Kota Naypyidaw kepada AFP.

"Aliansi Persaudaraan Chin dengan ini mengeluarkan peringatan bahwa tindakan efektif akan diambil terhadap siapapun yang berpartisipasi dalam sensus dewan militer di wilayah kami," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

Kelompok Persatuan Nasional Karen (KNU), yang telah memerangi militer selama beberapa dekade untuk mendapatkan lebih banyak otonomi di sepanjang perbatasan dengan Thailand, juga menentang sensus tersebut. Saw Thamain Tun, seorang pemimpin KNU, mengatakan bahwa junta berusaha menciptakan legitimasi politik untuk kudeta melalui sensus ini. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

TNI Diharapkan Makin Profesional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
TNI Diharapkan Makin Profes...
Nasional
Parasut Statik Satria 402 K...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.