Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Rejang Lebong Diminta Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 00:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Rejang Lebong Diminta Waspadai Banjir dan Tanah Longsor Doc: ANTARA/dok/Nur Muhamad
Ket. Peralatan penanggulangan bencana milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rejang Lebong.

Rejang Lebong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta warga di daerah itu untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor di wilayah itu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong Shalahudin saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan wilayah Kabupaten Rejang Lebong termasuk salah satu daerah rawan bencana alam di Provinsi Bengkulu baik banjir, tanah longsor, angin puting beliung maupun letusan gunung berapi.

"Saat ini sudah masuk musim hujan, masyarakat Rejang Lebong kita minta untuk mewaspadai potensi terjadinya bencana alam berupa banjir dan tanah longsor," kata dia.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG Bengkulu, wilayah itu saat ini sudah memasuki musim hujan, sehingga kalangan Rejang Lebong harus meningkatkan kewaspadaan diri agar menjadi korban jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Perlunya meningkatkan kewaspadaan diri ini, kata dia, karena hujan yang turun di wilayah itu tidak bisa diprediksi bisa kapan saja terjadi dengan intensitas sedang maupun lebat dalam waktu yang cukup lama.

"Untuk warga yang tinggal di kawasan rawan bencana alam seperti di bantaran sungai, maupun berada di dataran tinggi atau sekitar tebing kalau hujan turun dalam waktu lama agar mengungsi dahulu ke tempat yang aman lebih dahulu," cakapnya.

Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam di Kabupaten Rejang Lebong pihaknya telah menyiagakan personel Pusdalops, tim TRC, relawan BPBD tersebar di 156 desa dan kelurahan, di mana setiap desa/kelurahan terdapat lima relawan.

"Kita juga sudah menyiagakan peralatan pendukung penanggulangan bencana alam berupa satu unit alat berat jenis loader, pelampung, mobil tangki, mobil dapur umum, logistik, obat-obatan dan lainnya," demikian Shalahudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.