Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 22:22 WIB | Oleh: Deri HenriawanDHAKA - Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi menjadi presiden baru Bangladesh usai diambil sumpah dalam upacara pelantikan di Dhaka, Jumat (21/8).
Penjabat ketua parlemen Bangladesh, Kaiser Kamal, memimpin pembacaan sumpah jabatan Fakhrul di Banghabhaban, kediaman resmi presiden, di hadapan tamu negara seperti perdana menteri, anggota kabinet, dan anggota legislatif dari kubu oposisi.
Setelah diambil sumpah, Presiden Fakhrul langsung memimpin pembacaan sumpah enam anggota baru di kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman yang mencakup empat menteri dan dua menteri negara.
Setelah perombakan terkini, kabinet PM Rahman kini memiliki 51 menteri, menurut lembaran negara yang diterbitkan Sabtu.
Fakhrul, pemimpin Partai Nasional Bangladesh (BNP), terpilih sebagai presiden ke-23 Bangladesh untuk masa jabatan lima tahun dalam pemilihan pada Kamis, mengalahkan Kolonel (Purn.) Oli Ahmed, calon yang diusulkan pihak oposisi pimpinan Partai Jamaat-e-Islami.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pemilihan tak langsung itu, Fakhrul menerima 255 suara dukungan anggota parlemen, sementara Oli Ahmed hanya mendapat dukungan dari 88 anggota. Enam anggota legislatif abstain, dan satu kursi parlemen masih kosong.
Parlemen Bangladesh memiliki 300 kursi ditambah 50 kursi khusus anggota legislatif perempuan.
Pemilihan presiden kali ini merupakan yang pertama digelar dalam 35 tahun, mengingat sebelumnya tidak pernah ada calon tandingan yang diajukan oposisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fakhrul, yang kini berusia 78 tahun, menjadi pemimpin de facto BNP saat mendiang pemimpinnnya, Khaleda Zia, dipenjara dan penjabat ketuanya saat itu, Tarique Rahman, mengasingkan diri di Inggris selama 17 tahun, terutama selama 15 tahun pemerintahan PM Sheikh Hasina.
Mohammed Shahabuddin yang terpilih sebagai presiden pada era pemerintahan Liga Awami pimpinan Sheikh Hasina mengundurkan diri pada 24 Juli lalu atas alasan kesehatan. Ia mundur dua tahun sebelum genap menjabat selama lima tahun.
Setelah mundurnya Shahabuddin, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed naik menjadi presiden sementara. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!