Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penemuan Emas Ubah Wajah Johannesburg

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Seiring dengan berkembangnya industri emas, populasi kota Johannesburg pun ikut berkembang. Seiring dengan masuknya orang-orang Inggris, tambang emas tersebut menarik perhatian serakah Kerajaan Inggris. Dengan harapan dapat mempengaruhi dinamika populasi Republik Afrika Selatan, Inggris mendorong migrasi ke Johannesburg dan mereka yang bermigrasi itu disebut dengan istilah Uitlanders.

Bagi kaum Boer, hal ini merupakan bahaya. Jika kaum Uitlanders dapat memilih pemerintahan yang bersimpati kepada Kerajaan Inggris untuk berkuasa, itu akan berarti berakhirnya kemerdekaan. Hubungan antara kaum Boer dan Uitlanders pun memburuk karena ketegangan politik.

Pada tahun 1899, Republik Afrika Selatan bersama dengan sekutunya, Negara Bebas Oranye, berperang dengan Kerajaan Inggris. Pada pertengahan tahun 1902, Perang Inggris-Boer Kedua berakhir. Itu adalah peristiwa yang sangat berdarah yang ditandai dengan pelanggaran hak asasi manusia yang berat.

Meskipun demikian, Inggris telah menang, dan Republik Boer, beserta deposit emas mereka yang melimpah, kini berada di bawah kendali Kekaisaran Inggris. Setelah Inggris mengambil alih, protokol ketat diberlakukan yang semakin memperparah kesenjangan rasial.

Orang kulit hitam dipaksa menerima upah apapun yang bersedia ditawarkan orang kulit putih. Sebagai akibat dari praktik pembayaran upah yang rendah, terjadi kekurangan tenaga kerja. Untuk mengatasinya Inggris mendatangkan 60.000 pekerja dari Tiongkok.

Pada tahun 1910, Uni Afrika Selatan menjadi wilayah kekuasaan yang memerintah sendiri di dalam Kerajaan Inggris. Kota Johannesburg yang sebelumnya sudah sarat dengan isu ras pada tahun-tahun pertama abad ke-20 menjadi tempat bagi Mohandas Gandhi menemukan jati dirinya.

Undang-undang ras terhadap orang India menjadi perhatian utamanya, dan sebagai seorang pengacara, ia merasa berkewajiban untuk memperjuangkan dan melawan undang-undang yang menurutnya tidak adil. Selama bertahun-tahun, ia memimpin gerakan perlawanan tanpa kekerasan.

Upaya Gandhi itu mengakibatkan ia ditangkap dan dipenjara sebelum akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah. Hasilnya, Undang-Undang Bantuan bagi Orang India tahun 1914 disahkan. Setelah usahanya tercapai, Gandhi kembali ke India.

Ketika Perang Dunia Pertama meletus, Afrika Selatan menyatakan perang terhadap blok Sentral (Jerman, Austria-Hongaria, Turki Utsmani, dan Bulgaria). Selama empat tahun berikutnya, ekonomi Afrika Selatan diarahkan untuk mendukung peperangan.

Setelah perang, penurunan harga emas menyebabkan perusahaan mencoba mengurangi biaya mereka dengan menurunkan upah dan mempekerjakan orang Afrika dengan mengorbankan pekerja kulit putih. Pada tahun 1920, 70.000 pekerja Afrika melancarkan aksi mogok untuk menuntut upah yang lebih baik. Aksi mogok tersebut kemudian dipadamkan oleh tentara.

Dua tahun kemudian, api kembali berkobar ketika Partai Komunis Afrika Selatan (SACP) mendorong aksi mogok lainnya. Kali ini oleh orang kulit putih yang menentang pelemahan batasan warna. Tindakan ini menyebabkan SACP menonjol dalam lingkup politik Afrika Selatan. Partai tersebut terus memegang pengaruh politik yang signifikan dalam politik Afrika Selatan hingga saat ini.

Jatuhnya apartheid dan pemilihan umum tahun 1994 menandai dimulainya era baru bagi Afrika Selatan. Undang-undang ras di Johannesburg menghilang seperti halnya di seluruh negeri, dan kelompok ras mulai bercampur lagi.

Namun, tahun-tahun setelah apartheid tidak sepenuhnya menyenangkan dan membahagiakan. Kejahatan menjadi masalah akut yang terus berlanjut hingga saat ini, yang menyebabkan banyak bisnis berpindah dari pusat kota ke pinggiran kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.