Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penemuan Emas Ubah Wajah Johannesburg

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Penemuan Emas Ubah Wajah Johannesburg Doc: Istimewa

Wilayah Johannesburg awalnya hanya berupa wilayah pertanian biasa. Ketika emas ditemukan pada pada tahun 1884, kota ini menjadi sangat ramai.

Dengan penduduk sebanyak 6,5 juta jiwa, Johannesburg adalah kota terbesar di Afrika Selatan dalam hal populasi, meski populasinya tidak seberapa dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Afrika seperti Kinshasa, Lagos, dan Kairo, yang masing-masing memiliki populasi lebih dari 10 juta.

Walaupun jumlahnya kalah jauh, Johannesburg sejauh ini merupakan kota terkaya di Afrika. Untuk kota yang masih sangat muda, pertumbuhannya dari kota pertambangan ini menjadi pusat bisnis Afrika sangat pesat dan terus menarik para imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik.

Dikenal dengan sebutan sehari-hari sebagai "Jozi" atau "Jo'burg," Kota Johannesburg juga dikenal dengan nama eGoli. Nama ini diambil dari sebuah kata dari bahasa Zulu yang berarti "Tempat Emas". Nama ini dinilai sangat tepat karena kota ini tumbuh berkat adanya pertambangan emas.

Wilayah tersebut telah dihuni oleh para pemburu-pengumpul San dan kemudian orang-orang Sotho-Tswana yang membangun kota-kota di area yang sekarang ditutupi oleh perluasan Johannesburg yang sangat besar.

Pada tahun 1884, emas ditemukan di sebuah pertanian di Witwatersrand. Dua tahun kemudian tepatnya pada 1886, pencari emas dari Australia, George Harrison, menemukan bongkahan emas utama di kota ini.

Dengan cepat, disadari bahwa area tersebut sangat kaya akan emas dan demam emas besar-besaran pun terjadi. Para pencari emas dan buruh berbondong-bondong ke area tersebut. Di tempat itu sebuah kamp penambangan didirikan. Pada Agustus 1886, kamp tersebut telah dihuni oleh hingga mencapai 3.000 penduduk. Pada Oktober, kamp tersebut diberi nama Johannesburg.

Pada Desember, daerah tersebut, yang mencakup beberapa peternakan yang ditetapkan sebagai lokasi penggalian umum, dibagi lagi dan dimasukkan ke dalam blok lelang. Perusahaan pertambangan emas didirikan dan dipindahkan ke daerah tersebut, dan dalam waktu sepuluh tahun, Johannesburg memiliki 100.000 penduduk.

Penduduknya merupakan campuran dari berbagai etnis. Para penambang terampil sebagian besar adalah keturunan Eropa dan berasal dari berbagai wilayah di seluruh dunia. Sementara pria Afrika dipekerjakan untuk pekerjaan tidak terampil.

Segala macam industri pendukung bermunculan. Kaum perempuan Afrika membuat bir, sementara orang Afrikaner yang miskin berbondong-bondong ke wilayah tersebut untuk mencari pekerjaan. Tentu saja, kota ini juga menarik orang-orang yang tertarik pada profesi yang tidak terhormat seperti pelacur dan gangster.

Sejak awal, Johannesburg adalah kota apartheid sebelum konsep apartheid diciptakan sebagai kebijakan politik oleh rezim pemerintahan di di negara Afrika Selatan. Orang-orang dipisahkan berdasarkan ras. Mereka yang berasal dari Eropa tinggal di daerah yang lebih makmur, sementara orang Afrika ditempatkan ke daerah kumuh.

Sistem Apartheid

Pada saat itu, Afrika Selatan bukanlah negara yang bersatu. Wilayahnya terbagi menjadi empat wilayah besar. Pertama adalah Provinsi Cape dan Natal dimiliki oleh Kerajaan Inggris, sementara Negara Bebas Oranye dan Republik Afrika Selatan (juga dikenal sebagai Transvaal) adalah negara-negara merdeka yang dikuasai oleh kaum Boer (petani).

Kaum Boer atau Afrikaner sebagai Uitlanders, adalah orang miskin yang juga mencari kehidupan yang lebih baik di Johannesburg. Kota ini sendiri terletak di Republik Afrika Selatan. Orang Boer menciptakan daerah kumuh di pinggiran kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.