Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Jogja, Kemendagri Minta Dana Otsus Papua dan Aceh Lebih Transparan

6 Selasa, 14 Apr 2026, 11:05 WIB | Oleh:
Belajar dari Jogja, Kemendagri Minta Dana Otsus Papua dan Aceh Lebih Transparan Belajar dari Jogja, Kemendagri Minta Dana Otsus Papua dan Aceh Lebih Transparan Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Keistimewaan (Danais) harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penekanan ini muncul seiring upaya memperkuat pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah khusus.

JAKARTA - Pemerintah menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Keistimewaan (Danais) harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Penekanan ini muncul seiring upaya memperkuat pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah khusus.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). Rapat tersebut membahas implementasi Dana Otsus Papua, Aceh, serta Danais di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, pemanfaatan Dana Otsus harus difokuskan pada program-program yang bersifat konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, efektivitas penggunaan anggaran dapat terukur dan diawasi secara lebih ketat oleh berbagai pihak.

"Dana Otsus [kalau] betul-betul terpakai untuk hal yang sangat riil ini akan sangat bagus sekali, karena kita bisa mengontrol, pengawasan semua pihak," katanya.

Ia menjelaskan, meskipun sejumlah indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif, perbaikan tata kelola tetap menjadi pekerjaan rumah utama. Hal ini mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga administrasi yang harus berjalan lebih optimal.

Upaya percepatan implementasi pun dilakukan dengan pendekatan berbeda di tiap daerah. Di Papua, fokus diarahkan pada penyempurnaan persyaratan penyaluran, sementara di Aceh penguatan kewenangan dan kelembagaan terus didorong.

"Terutama masalah tata kelola, perencanaan, eksekusi, administrasi," tambahnya.

Pemerintah juga terus melakukan pengawasan dan pendampingan untuk memastikan dana tersalurkan secara efektif. Pendampingan ini dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Keuangan untuk mengatasi kendala administratif di daerah.

"Ini upaya kita untuk membantu daerah Papua [yang] punya Dana Otsus, [masih] tergantung dari pusat, tapi terlambat penyaluran karena mekanisme administrasi, dan kita [bantu] selesaikan," jelasnya.

Di sisi lain, praktik pengelolaan Danais di Daerah Istimewa Yogyakarta dinilai dapat menjadi contoh nasional. Tingkat penyerapan anggaran yang mencapai di atas 95 persen menunjukkan kualitas perencanaan dan eksekusi yang baik.

Program-program yang didanai Danais di DIY juga dilengkapi dengan penandaan khusus. Inisiatif ini membuat masyarakat dapat dengan mudah mengenali proyek yang dibiayai dari Dana Keistimewaan.

Pelabelan tersebut mencakup berbagai program, mulai dari kawasan Teras Malioboro, becak listrik, hingga program lumbung pangan. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan transparansi sekaligus akuntabilitas penggunaan anggaran.

"Kita melihat bahwa Jogja ini bisa menjadi model bagaimana Dana Otsus, Dana Kekhususan, Dana Keistimewaan itu riil betul-betul memberikan manfaat dan terbuka, transparan," tandasnya.

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat terkait serta anggota Komisi II DPR RI dari berbagai fraksi. Kehadiran lintas pihak ini menegaskan pentingnya sinergi dalam memastikan Dana Otsus dan Danais benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Ring Tinju Mengurangi Tawur...

Bank Ambruk, Presiden Tetap Dimakzulkan Meski Sudah Mundur

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Bank Ambruk, Presiden Tetap...
Olahraga
Jadi Tim Pertama Lolos ke B...

Underpass Bitung Diharapkan Mengurai Kemacetan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Underpass Bitung Diharapkan...

Menang Besar 6-0, Jadi Modal PSS Hadapi Bhayangkara

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menang Besar 6-0, Jadi Moda...

UNESCO Beri Status Hijau kepada 5 Geopark Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
UNESCO Beri Status Hijau ke...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

Kabar Gembira dari Sekneg untuk PPPK Diangkat Jadi Penuh dari Paruh Waktu

06 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.