Gelombang Panas Melanda Eropa, Dua Balita Tewas di Dalam Mobil di Prancis
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 08:36 WIB | Oleh: Tim PenulisPARIS - Dua anak ditemukan tewas di dalam mobil di Prancis pada hari Senin (22/6), ketika sebagian besar Eropa dilanda suhu tinggi dan otoritas nasional meluncurkan langkah-langkah mendesak untuk mengurangi dampaknya.
Kedua anak kecil itu, berusia dua dan empat tahun, ditemukan di dalam mobil keluarga mereka di tempat parkir perumahan di kota Carpentras bagian selatan. Para penyelidik meyakini gelombang panas adalah penyebab paling mungkin dari kematian kedua bocah tersebut.
Layanan darurat mengatakan kepada AFP, mereka menemukan anak-anak itu dalam keadaan henti jantung setelah menerima panggilan sekitar pukul 13.20 waktu setempat.
Para petugas juga merawat ibu mereka, yang belum diinterogasi, kata pihak berwenang.
Gelombang panas terbaru yang melanda Eropa telah menyebabkan pembatalan acara di luar ruangan, gangguan transportasi, penutupan sekolah, dan permintaan agar para pekerja kantoran bekerja dari rumah, seiring dengan dikeluarkannya peringatan kesehatan oleh pihak berwenang untuk melindungi para lansia dan kelompok rentan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ilmuwan menunjukkan bahwa gelombang panas yang berulang merupakan penanda jelas dari pemanasan global. Mereka memperingatkan, gelombang panas tersebut akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.
Suhu rata-rata Prancis memecahkan rekor untuk bulan Juni, kata lembaga prakiraan cuaca Meteo-France. Lebih dari 1.350 sekolah ditutup karena cuaca panas ekstrem.
Suhu rata-rata siang dan malam mencapai 29,2 derajat Celsius, melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang dicapai pada 30 derajat Celsius pada Juni 2025, menurut data sementara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meteo-France memperluas peringatan merah gelombang panasnya ke lebih dari setengah departemen di Prancis, yang memengaruhi sekitar 39 juta orang.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan mengadakan pertemuan krisis pada hari Selasa, kata seorang ajudan.
Di ibu kota Spanyol, Madrid, di mana suhu mencapai puncaknya pada 40 derajat Celcius pada hari Senin, balai kota mendirikan "tempat perlindungan iklim" untuk tunawisma dan orang-orang rentan, yang buka antara pukul 12 siang dan 8 malam, yang menyediakan air, makanan, dan fasilitas kebersihan.
"Sangat berat, sungguh berat. Bagi seseorang yang tidak terbiasa hidup di jalanan, tidak mandi, tidak makan, ini agak sulit. Panas di luar sangat menyengat," kata Camilo, seorang tunawisma yang menggunakan fasilitas tersebut, kepada saluran televisi regional TeleMadrid.
Di pusat wisata selatan Cordoba, di mana suhu mencapai 40 derajat Celcius, beberapa jalan praktis sepi, sementara orang-orang melindungi diri dengan payung atau menikmati es krim untuk mendinginkan diri.
"Rasanya mengerikan," kata Clarisa Arismendi, seorang dokter berusia 38 tahun dari Meksiko, kepada AFP. "Cuaca panas saat ini benar-benar, benar-benar, sangat buruk."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!