Konflik Timteng Masih Dominan, 22 April 2026
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 08:20 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA – Pergerakan rupiah diperkirakan fluktuatif dengan kecenderungan melemah, mencerminkan kuatnya pengaruh sentimen eksternal, khususnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah (Timteng). Eskalasi konflik meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dollar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi melihat masa depan perang sebagian besar masih belum pasti, di tengah sinyal yang saling bertentangan tentang apakah pembicaraan damai Amerika Serikat (AS)-Iran lebih lanjut akan berlangsung. Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (22/4), bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di kisaran 17.140 - 17.180 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (21/4), menguat 25 poin atau 0,15 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.143 rupiah per dollar AS.
“Penguatan rupiah dipengaruhi ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan situasi geopolitik,” ujar Ibrahim.
Saat ini, Indonesia disebut tengah menggeser fokus pembangunan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Transformasi ini didorong melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!