Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja.

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 20:23 WIB | Oleh:
Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja. Doc: Antara Foto
Ket. Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC Muchammad Arief Gunawan (paling kanan) dalam pengenalan fasilitas kesehatan di Klinik Pertamina IHC Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Klinik Pertamina IHC, Muchammad Arief Gunawan menyebut generasi muda lebih rentan mengalami masalah mental di tempat kerja.

"Generasi muda kini lebih banyak menghadapi masalah kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Penyebab stres semakin beragam dan bersifat subjektif, misalnya tekanan pekerjaan, adaptasi pekerja baru atau fresh graduate, serta hubungan dengan atasan," katanya di Klinik Pertamina IHC Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa.

Oleh karena itu, Arief menekankan pentingnya perusahaan memiliki fasilitas pendampingan psikolog atau psikiater di tempat kerja agar kesehatan mental para karyawan lebih terjaga.

"Secara standar, unit kesehatan kerja biasanya hanya memiliki dokter umum dan perawat. Psikolog atau psikiater biasanya dihadirkan melalui program wellness tertentu dan konsultasi dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap tiga atau enam bulan," ujar dia.

Menurutnya, aspek yang paling sering terlewat dalam penilaian kesehatan kerja adalah stres kerja, dimana banyak pekerja mengeluhkan stres, tetapi perusahaan sering tidak memiliki data objektif mengenai tingkat keparahannya. Oleh karena itu, melalui skrining, stres karyawan di tempat kerja dapat dikategorikan menjadi ringan, sedang, dan berat.

"Perusahaan dapat mengetahui proporsi pekerja yang mengalami stres. Data tersebut menjadi dasar penyusunan program mitigasi yang lebih tepat sasaran," ucap Arief.

Untuk mengatasi stres berlebihan, ia menyarankan pekerja agar mencari pengalihan yang sehat, seperti olahraga, meditasi atau aktivitas positif lainnya.

"Pengalihan yang tidak dianjurkan itu merokok, penyalahgunaan obat dan perilaku negatif lainnya," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.