Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

2 Selasa, 23 Jun 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah Doc: Ericsson Indonesia
Ket. Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia, dalam Ericsson Mobility Report (EMR) edisi Juni 2026 di Jakarta pada hari Selasa (23/6). Ia mengungkapkan, perubahan pola penggunaan jaringan digital terjadi seiring trafik uplink tumbuh lebih cepat dibandingkan downlink.

JAKARTA – Perkembangan teknologi 5G terus menunjukkan pertumbuhan signifikan secara global. Berdasarkan laporan terbaru Ericsson Mobility Report (EMR) edisi Juni 2026, jumlah langganan 5G dunia telah mencapai 3,1 miliar pada kuartal pertama 2026, setelah terjadi penambahan 162 juta pelanggan baru dalam periode tersebut.

Laporan yang diterbitkan oleh Ericsson tersebut menunjukkan bahwa adopsi 5G semakin luas, baik dari sisi jumlah pengguna maupun pengembangan layanan berbasis jaringan generasi terbaru. Diperkirakan jumlah pelanggan 5G akan terus meningkat dan berpotensi mencapai 6,4 miliar pada akhir 2031 atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan saat ini.

Secara global, sekitar 390 operator telah meluncurkan layanan 5G secara komersial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 90 operator telah mengimplementasikan jaringan 5G Standalone (5G SA) yang memungkinkan kemampuan jaringan lebih fleksibel dan mendukung berbagai kebutuhan digital.

5G Mulai Jadi Infrastruktur Digital Utama

Laporan EMR mencatat bahwa jaringan 5G telah menangani sekitar 48 persen dari seluruh trafik data seluler global pada akhir 2025. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 85 persen pada 2031. Pertumbuhan ini menunjukkan perubahan posisi 5G yang tidak lagi hanya menjadi teknologi konektivitas, tetapi mulai berkembang sebagai fondasi berbagai layanan digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), kendaraan terkoneksi, layanan industri, hingga ekosistem perangkat pintar.

Erik Ekudden, Chief Technology Officer Ericsson sekaligus penerbit Ericsson Mobility Report, mengatakan perkembangan AI akan semakin mendorong transformasi jaringan seluler. Pihaknya menilai jaringan seluler akan mengalami perubahan besar seiring berkembangnya penggunaan AI.

“Kami melihat jaringan seluler akan mengalami perubahan besar seiring berkembangnya penggunaan AI, dari model yang terpusat di data center menjadi lebih terdistribusi di berbagai perangkat, kendaraan, dan lingkungan yang saling terhubung melalui 5G,” ujar Ekudden melalui siaran pers pada hari Selasa (23/6).

“Jaringan seluler masa depan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia koneksi, tetapi menjadi infrastruktur penting bagi berbagai aplikasi digital,” tambahnya.

Layanan 5G Berbasis Network Slicing Meningkat

Salah satu perkembangan penting dalam ekosistem 5G adalah meningkatnya penerapan 5G Standalone network slicing. Teknologi ini memungkinkan operator membagi jaringan menjadi beberapa bagian virtual yang dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan layanan tertentu, sehingga kualitas koneksi dapat lebih terjamin.

Ericsson mencatat jumlah penawaran layanan komersial berbasis 5G SA network slicing meningkat dari 65 layanan pada laporan November 2025 menjadi 84 layanan pada Juni 2026. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa layanan berbasis network slicing mulai bergerak dari tahap pengembangan menuju penerapan yang lebih luas di pasar.

Potensi Besar 5G di Asia Tenggara

Pertumbuhan 5G juga diperkirakan semakin kuat di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. Ericsson memproyeksikan jumlah pelanggan 5G di wilayah tersebut akan mencapai sekitar 670 juta pada tahun 2031.

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan pembangunan jaringan digital saat ini akan menjadi fondasi utama bagi perkembangan teknologi masa depan.

“Transformasi berbasis AI akan sangat bergantung pada jaringan yang dibangun hari ini, karena jaringan tersebut akan menjadi fondasi yang mendukung berbagai aplikasi masa depan,” ujar Nora.

Ia menilai 5G perlu dipandang sebagai infrastruktur strategis yang membutuhkan dukungan kebijakan jangka panjang, koordinasi lintas sektor, serta standar keamanan yang kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Suriah Gagalkan Serangan Sa...
Luar Negeri
Sahara Barat Dibayangi Anca...
Luar Negeri
Redam Perang Dagang, AS-Kan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.