Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menabung dan mengolah air hujan solusi kurangi konsumsi air tanah

📅 Senin, 12 Agu 2024, 16:17 WIB | Oleh:
Menabung dan mengolah air hujan solusi kurangi konsumsi air tanah Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. I Putu Sugiantara dari Youth Conservation Iniatiative (YCI) Bali memeriksa proses elektrolisis air hujan menjadi air minum di Denpasar, Selasa (30/7/2024).

Denpasar - Dulu, masyarakat menampung air hujan dalam wadah besar atau membangun embung, kemudian airnya ditimba atau disalurkan untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Kini, seiring dengan kehadiran teknologi, air hujan yang ditampung bisa diolah untuk beragam kebutuhan, salah satunya sumber air minum.

Memang belum banyak masyarakat yang mempraktikkan cara itu. Namun, di tangan I Putu Sugiantara, air hujan bisa diproses menjadi air untuk konsumsi.

Pemuda yang aktif di lembaga nonprofit Youth Convervation Inisiative (YCI) Bali itu kini getol mengenalkannya, di antaranya kepada para pelajar di beberapa sekolah di Pulau Dewata.

Tujuannya, agar sedari dini mereka sadar bahwa air sebagai sumber daya alam utama yang dibutuhkan manusia bisa menipis jika terus dikeruk tanpa ada upaya pengendalian.

Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Udayana itu juga kerap hadir di beberapa kegiatan terkait advokasi lingkungan, khususnya keberlanjutan air untuk mengenalkan teknologi mengolah air hujan.

Pengolahan air hujan

Keberadaan air hujan yang ditampung itu memiliki peran yang penting sebagai salah satu alternatif sumber air bersih khususnya untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.

Apalagi sesuai perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Juli-Agustus 2024 merupakan puncak musim kemarau di Bali.

Oleh karena itu, mengolah air hujan itu dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang selama ini rawan kekeringan atau daerah yang minim memiliki sumber air baku.

Air hujan untuk air minum perlu melalui proses elektrolisis untuk mendapatkan air yang lebih bersih dengan cara sederhana.

Untuk skala rumah tangga, masyarakat dapat membangun instalasi pengolahan air hujan yang sederhana di antaranya menggunakan tandon atautorensebagai penampungan air hujan.

Kemudiantorenitu disambungkan dengan pipa misalnya menggunakan ukuran 1/2 inci untuk kemudian air hujan itu menjalani proses saring pada alat penyaringan, misalnya, menggunakan kain jenis katun.

Tujuan filtrasi itu untuk menyaring sisa-sisa endapan air hujan yang terbawa saat ditampung, misalnya, debu dan endapan halus lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Bulog Capai Rekor Pengadaan...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.