Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Warga Lombok Tengah Dikeluarkan dari Penerima Bansos akibat Pinjol

📅 Kamis, 02 Okt 2025, 07:13 WIB | Oleh:
Puluhan Warga Lombok Tengah Dikeluarkan dari Penerima Bansos akibat Pinjol Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah Masnun di Lombok Tengah, Kamis (2/10).

LOMBOK TENGAH - Puluhan warga di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dikeluarkan sebagai penerima bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di 2025, karena terlibat dalam pinjaman online (Pinjol).

"Sebanyak 22 orang penerima bantuan sosial program PKH dikeluarkan dari sistem oleh pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah Masnun di Lombok Tengah, Kamis (2/10).

Ia mengatakan puluhan warga yang sebelumnya mendapatkan bantuan PKH tersebut dikeluarkan, karena nomor induk kependudukan (NIK) mereka ditemukan terdaftar dalam sistem pinjaman online setelah dilakukan pendataan atau evaluasi.

Selain itu, mereka dikeluarkan, karena NIK mereka terdeteksi memiliki kendaraan mobil maupun roda dua, sehingga secara otomatis dikeluarkan dari sistem penerima bantuan.

"Secara otomatis yang tidak sesuai dengan kriteria penerima bantuan langsung dikeluarkan dari sistem," katanya.

Ia mengatakan penerima PKH harus berasal dari keluarga miskin atau rentan ekonomi yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang merupakan evaluasi dari data sebelumnya yang digunakan dalam penentuan penerima bantuan.

"Penerima bantuan saat ini menggunakan data tunggal, yakni DTSEN," katanya.

Ia mengatakan data DTSEN tersebut menggantikan sistem manual dalam pengajuan bantuan pemerintah, karena aplikasi ini terintegrasi langsung dengan sistem pemerintah dan digunakan dalam penyaluran bantuan.

"Penyaluran bantuan sosial seperti PKH, BPNT dan lainnya itu menggunakan DTSEN," katanya.

Ia mengatakan jumlah penerima bantuan sosial berdasarkan DTSEN di Lombok Tengah mencapai 52 ribu jiwa atau mengalami pengurangan dari data sebelumnya saat menggunakan data manual yang mencapai 100 ribu jiwa.

"Penerima bantuan sosial di Lombok Tengah juga berkurang saat ini, sekitar 50 persen pengurangan setelah dilakukan pendataan menggunakan DTSEN," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.