Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peringatan Cuaca BMKG: 79% Wilayah Kepri Masuki Puncak Musim Hujan, Risiko Bencana Meningkat

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 18:03 WIB | Oleh:
Peringatan Cuaca BMKG: 79% Wilayah Kepri Masuki Puncak Musim Hujan, Risiko Bencana Meningkat Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Ilustrasi: Awan gelap bergelayut di langit Kota Batam, Rabu (3/9).

BATAM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim sebagian besar wilayah Kepulauan Riau memasuki puncak musim hujan pada November dengan potensi curah hujan mencapai 300 milimeter.

Masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi.

“Umumnya di wilayah Kepri bulan November ini merupakan puncak musim hujan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan Djambak saat dikonfirmasi di Batam, Jumat.

Dia menjelaskan selama puncak musim hujan ini curah hujan yang turun berkisar antara 150 milimeter (mm) dan bisa mencapai 300 mm bila terjadi cuaca ekstrem.

Menurut dia, puncak musim hujan terjadi di 79 persen wilayah Kepri, antara lain wilayah Maja, Natuna, Bintan, Batam bagian timur, Tanjungpinang, Dabo Singkep, Lingga, dan Anambas.

“Jadi 79 persen wilayah di Kepri mengalami puncak musim hujan,” ucap Ramlan Djambak.

Memasuki puncak musim hujan, kata Ramlan, perlu diwaspadai baik oleh masyarakat maupun pemerintah daerah, terkait potensi bencana hidrometeorologi.

Dia mengatakan masyarakat dan pemerintah daerah perlu mempersiapkan diri dengan membersihkan lingkungan agar terhindar dari potensi genangan air dan longsor.

Selain itu pemerintah daerah perlu menata wilayah-wilayah yang rawan banjir, agar ketika terjadi cuaca ekstrem dapat diantisipasi. Demikian pula untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang menangani kebencanaan, siaga dan waspada di daerah yang rawan longsor maupun banjir.

“Perlu kewaspadaan semua, potensi puncak musim hujan di bulan November karena dapat terjadi hujan ekstrem sehingga kewaspadaan lebih ditingkatkan bagi masyarakat, maupun pengelola sumber daya air dan kebencanaan, serta infrastruktur,” katanya.

BMKG, lanjut dia, secara berkala memberikan informasi harian dan mingguan, maupun informasi peringatan dini ketika terpantau perubahan cuaca yang menginformasikan terjadinya cuaca ekstrem.

“Setiap hari kami memperbaharui informasi perkembangan cuaca seperti apa, setiap ada informasi cuaca yang kami bagikan kepada masyarakat umum, maupun pengguna transportasi darat laut dan udara,” katanya.

Untuk pengguna transportasi darat, lanjut dia, diwaspadai terjadi genangan air yang mengakibatkan jalanan licin. Begitu pula dengan transportasi udara untuk memperhatikan informasi cuaca, terutama adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang berpotensi mengganggu penerbangan.

“Transportasi laut juga, saat terjadi awan Cb, berwarna hitam gelap, tapi sekitarnya terang, berpotensi terjadi angin secara tiba-tiba dan hujan dengan intensitas deras, ini berpotensi mengganggu pelayaran. Ini yang perlu diwaspadai,” ujar Ramlan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.