Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menabung dan mengolah air hujan solusi kurangi konsumsi air tanah

📅 Senin, 12 Agu 2024, 16:17 WIB | Oleh:

P3E Bali Nusa Tenggara dalam dokumen bertajuk Status Daya Dukung Air Pulau Bali menyebutkan Bali diperkirakan mengalami kekurangan air bersih untuk air minum dan industri sebanyak 1.051,91 liter per detik pada 2025 apabila tidak ada pengembangan kapasitas infrastruktur sistem penyediaan air baku.

Pada 2021 ketersediaan air dari infrastruktur mencapai 6.939,38 liter per detik, sedangkan total kebutuhan air di Bali diperkirakan mencapai 7.991,29 liter per detik pada 2025.

Pada tahun 2025, wilayah di Bali yang diperkirakan defisit air berkaitan kapasitas infrastruktur sistem penyediaan air baku (SPAB) itu yakni Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, dan Denpasar.

Adapun Kabupaten Karangasem, Klungkung, dan Tabanan diperkirakan surplus air pada 2025.

Hanya wilayah di Kabupaten Buleleng yang diperkirakan benar-benar defisit air karena keterbatasan pengembangan infrastruktur SPAB akibat karakteristik geomorfologi dan geologi yang kurang mendukung.

Adapun Kabupaten Badung, dalam dokumen itu,disebutkan memiliki kebutuhan air yang tinggi karena kepadatan penduduk dan aktivitas pariwisata yang tinggi, sedangkan sumber air baku yang dapat dimanfaatkan yakni sungai, mata air, danau, dan air tanah.

Namun, dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air menyebutkan pengelolaan sumber daya air didasarkan pada wilayah sungai dengan mengutamakan pendayagunaan air permukaan.

Oleh karena itu, pengelolaan air untuk pemenuhan kebutuhan mengutamakan terlebih dahulu dari pengelolaan sungai, mata air, dan danau, sebelum memanfaatkan air tanah.

Menyikapi kondisi itu, inovasi dalam mengolah air hujan menjadi air bersih/air minum menjadi salah satu solusi menghadapi ancaman defisit air dan menekan konsumsi air tanah berlebihan.

Bukan tidak mungkin mengolah air hujan menjadi air minum bisa diolah menjadi air kemasan yang justru mendatangkan profit.

Memang cara itu membutuhkan upaya sungguh-sungguh demi keberlanjutan sumber daya air.

Selain itu, untuk mengerem pengambilan air tanah, perlu dibantu dengan menabung air hujan karena air tanah bersifat terbarukan atau bisa dipulihkan, meskipun pemulihannya membutuhkan waktutidak singkat.

Editor: AchmadZaenalM

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Eks Punggawa Persija Gustavo Franca: Atmosfer di Kandang Persib bisa Pengaruhi Konsentrasi Arema
    Preview komentar:
    Berikut Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
    Cara Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.