Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Diajari Atasi Kenakalan Murid

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Diajari Atasi Kenakalan Murid Doc: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma memberi edukasi manfaat makan ikan dalam kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di SDN Karang Anyar 07, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (6/8).

JAKARTA - Makin maraknya tawuran dan aneka kenakalan siswa, maka para guru Jakarta Pusat dibekali cara mengatasinya. Pemkot Jakpus memberikan pembekalan kepada guru agar bisa menghadapi dan menangani kenalan remaja.

"Memang sumber daya manusia seperti guru cukup banyak," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Bambang Eko Prabowo saat dihubungi di Jakarta, Rabu. Sebetulnya, Dinas Pendidikan memiliki lembaga sendiri untuk meningkatkan kapasitas gurunya. Ada P4 (Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan) yang disebar di tiap-tiap wilayah untuk peningkatan kapasitas guru.

Bambang menyebutkan, total guru Jakarta Pusat sekitar 9.200 orang. Lalu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi juga memberikan penambahan wawasan melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Ini merupakan tambahan pelatihan pendidikan untuk guru dalam memberikan wawasan.

Pelatihan tersebut juga diberikan serupa dari kepolisian, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tujuannya, untuk memberikan penambahan wawasan ke guru dan lingkungan sekolah.

"Jajaran vertikal kepolisian, Kesbangpol, dan Satpol PP memberikan penambahan wawasan ke guru serta sekolah akan bahaya narkoba. Juga mengenai penanganan sosial. Hal itu juga diberikan oleh instansi vertikal," ujar Bambang.

Bambang menyebutkan bahwa Wali Kota Jakarta Pusat juga telah berdiskusi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas guru. "Kami juga kerja sama dengan lembaga lain untuk penanganan tawuran di sekolah. Sekolah-sekolah perlu membentuk satuan tugas," kataBambang.

Bambang menjelaskan, satgas tersebut memberikan penambahan wawasan kepada guru. Ini diberikan baik oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Dinas Sosial, ataupun Dinas Pendidikan.

"Kami dari dinas pendidikan bangga dan senang. Kami menyambut niat baik wali kota untuk kolaborasi sekolah dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam meningkatkan kapasitas guru," ujar Bambang.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, memastikan bahwa pemkot akan mengoptimalkan kualitas guru sekolah baik dari sisi pengetahuan ataupun status guru itu sendiri. "Kami optimalkan pegawai-pegawai untuk mengelola tenaga honorer menjadi tenaga ASN. Ini yang lagi dipecahkan karena semakin banyak jumlah penduduk, pegawainya semakin berkurang," ujar Dhany.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Ekonomi
Ada Target Besar KKP di 202...
Nasional
Menyoal Pentingnya UU Penge...
Advertisement
Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

Kisah Si Doel Bukan Hanya soal Jakarta, Tapi Tentang Bagaimana Masyarakat Betawi Tetap Miliki Tempat

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.