Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Komitmen Semua Pihak Jadi Kunci Perbaikan Nyata Sikapi Hasil TKA 2026

5 Kamis, 28 Mei 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Komitmen Semua Pihak Jadi Kunci Perbaikan Nyata Sikapi Hasil TKA 2026 Lestari Moerdijat: Komitmen Semua Pihak Jadi Kunci Perbaikan Nyata Sikapi Hasil TKA 2026 Doc: dok
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Hasil asesmen akademik peserta didik harus benar-benar menjadi dasar kebijakan perbaikan sistem pendidikan ke depan yang membutuhkan komitmen bersama untuk mewujudkannya.

“Data rinci hingga tingkat sekolah dan kompetensi individu sudah di tangan. Pertanyaannya sekarang, apakah kita semua baik pemerintah pusat, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga orang tua benar-benar siap mengubah pola pengajaran dan pendampingan?” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (28/5).

Lebih dari 8,7 juta murid SD dan SMP se-Indonesia telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan, partisipasi mencapai 98,51 persen secara nasional, dengan provinsi terendah pun tetap di atas 95 persen. Data ini bukan sekadar angka, melainkan peta persis kelemahan dan kekuatan sistem pendidikan yang dijalankan selama ini.

Hasilnya gamblang: literasi nasional rata-rata 60 (SD) dan 60,83 (SMP), sementara numerasi hanya 43,41 (SD) dan 40,34 (SMP).

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, Selasa (26/5), memastikan data tersebut akan menjadi pijakan kebijakan berbasis bukti.

Menurut Lestari, temuan hasil asesmen akademis bukan untuk membandingkan sekolah atau daerah, tetapi untuk mendesain intervensi yang presisi.

Sebagai misal, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari,jika di suatu kabupaten sektor numerasi siswa anjlok sementara literasi baik, maka bimbingan teknis guru, distribusi alat peraga, dan metode pembelajaran di kelas harus segera disesuaikan.

"Tidak boleh ada kebijakan yang seragam untuk masalah yang berbeda-beda," ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Dalam mendukung langkah itu, ujar Rerie, pemerintah pusat dan daerah harus mengalokasikan anggaran tidak hanya untuk tes, tetapi untuk program remedial berbasis data. “Jangan sampai biaya besar untuk pemetaan, tapi tindak lanjutnya minim,” tegas Rerie.

Selain itu, tambah dia, satuan pendidikan dan guru wajib mengubah pendekatan dari mengejar nilai menjadi membangun kompetensi dan karakter. “Evaluasi bagi para guru, harus didorong untukmenumbuhkan nalar siswa bukan sekadar hafalan, serta menanamkan kejujuran atau integritas,” jelas Rerie.

Sementara itu, ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, dari sisi orang tua, harus mendukung proses belajar yang bermakna di rumah, tidak terpaku pada peringkat. Serta mengawal kebijakan yang diterapkan, agar tidak mandek di atas kertas.

“Sistem pendidikan kita butuh komitmen kolektif yang kuat untuk menjalankan kebijakan berdasarkan bukti, bukan berdasarkan ambisi sesaat. TKA sudah memberi kita peta jalan, sekarang kita semua harus berani melangkah,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...

Indikasi Perbuatan Makar

1 jam lalu | Ones

Nasional
Indikasi Perbuatan Makar

Korut Enggan Berdialog Kembali dengan AS

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Enggan Berdialog Kemb...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.