Pj. Gubernur Adhy Ajak 19 Negara Partisipan The 4th Summer School Nikmati Keindahan Jatim
📅 Sabtu, 08 Jun 2024, 16:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Rencananya akan dibuka program studi digital economy dan digital future. Selain itu, juga telah berdiri kampus Western Sydney University (WSU) di Surabaya. Kampus WSU ini adalah universitas luar negeri pertama di Indonesia dengan strata S1," katanya.
Lebih lanjut, Adhy juga menyampaikan, dari segi ekonomi, Jatim merupakan Hub Internasional atau Hub Utama dari Indonesia Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Pelabuhan ini melayani 21 rute dari 39 rute tol laut.
"Sehingga hampir 80 persen logistik di 20 provinsi Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur," katanya
Tak hanya itu, Jatim juga menjadi lokomotif perekonomian nasional dengan menyumbang sebesar 14,4 persen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I tahun 2024, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim juga menjadi terbesar kedua sepulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 25 persen dari PDRB Pulau Jawa. Di sisi lain, capaian realisasi investasi Jatim pada triwulan I tahun 2024 mencapai Rp36,2 triliun. Angka ini secara y-o-y meningkat 20,7 persen dibanding triwulan I 2023.
Dari segi lingkungan, sambung Adhy, Jatim telah melakukan sejumlah upaya mulai dari penanaman mangrove, pengelolaan manajamen karbon melakukan mitigasi fisik dan sosial, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.
Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana UNAIR Prof. Badri Munir Sukoco menyampaikan terima kasih kepada Pj. Gubernur Adhy atas sambutan hangatnya kepada para seluruh peserta _The 4th Summer School_ di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebuah kehormatan bagi kami semua bisa dijamu langsung oleh Bapak Pj. Gubernur di Gedung Grahadi yang penuh sejarah ini. Di tengah kesibukan beliau, terima kasih bapak," ucapnya.
Badri Munir melanjutkan, penentuan tema besar the 4th Summer School yaitu mitigasi krisis global, merupakan bentuk respons atas berbagai macam krisis multidimensi yang terjadi pasca Covid-19. Untuk itu, Summer School ini didesain dengan melibatkan tidak hanya akademisi di Indonesia, namun melibatkan dosen hingga mahasiswa dari berbagai negara.
"Saya berharap melalui _Summer School_ ini bisa menstimulasi kita semua untuk lebih siap dalam menghadapi dan memitigasi segala resiko yang mungkin terjadi," terangnya.
Dengan total 59 peserta dan 17 instruktur dari 19 negara, ditambah 42 peserta dari Indonesia, ia berharap agar Summer School ini bisa memberikan pengaruh positif terhadap upaya penanganan krisis di berbagai wilayah demi mewujudkan dunia yang lebih baik.
"Saya percaya, dengan berkolaborasi kita bisa mewujudkan cita-cita bersama untuk menekan kemiskinan dan ketidaksetaraan bagi seluruh manusia," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!