Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Sedang Jajaki untuk Diversivikasi Sumber Energi

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 01:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Sedang Jajaki untuk Diversivikasi Sumber Energi Doc: ANTARA/Xinhua/Wang Teng
Ket. Foto udara menunjukkan proyek tenaga surya terapung di Rayong, Thailand, Senin (11/4/2022). Proyek energi hibrida tersebut bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 47.000 ton per tahun dan mendukung upaya Thailand menghasilkan 30 persen energinya dari energi terbarukan pada tahun 2037.

Bangkok - Thailand menjajaki teknologi reaktor nuklir modular kecil, seiring upaya negara Asia Tenggara tersebut mendiversifikasi bauran energidi tengah berkurangnya cadangan gas alam yang menghasilkan sebagian besar energinya.

Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin pada acara Kamar Dagang Amerika baru-baru ini menjelaskan tujuan transisi ramah lingkungan di negaranya sebagai salah satu tujuan paling ambisius di kawasan tersebut.

Ia juga mengatakan pihaknya memiliki peta jalan yang komprehensif untuk mencapai 50 persen produksi energi terbarukan pada 2040.

Di samping solusi penyimpanan hidrogen dan baterai yang ramah lingkungan, Thailand juga mempertimbangkan pembangkit listrik reaktor modular kecil (SMR) untuk menjadikan proses produksi lebih ramah lingkungan, kata dia.

Berdasarkan Badan Energi Atom Internasional, SMR adalah reaktor nuklir canggih dengan kapasitas menghasilkan sekitar sepertiga listrik yang dihasilkan oleh reaktor tenaga nuklir tradisional.

Berdasarkan rencana pengembangan listrik sebelumnya, pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Thailand dijadwalkan beroperasi pada tahun 2020, tetapi proyek tersebut ditunda setelah kecelakaan nuklir Fukushima di Jepang pada tahun 2011.

Asia Tenggara saat ini tidak memiliki reaktor nuklir yang beroperasi, meskipun beberapa negara di kawasan tersebut berupaya mengembangkan proyek nuklir sipil, termasuk melalui teknologi SMR.

Thailand sangat bergantung pada gas alam untuk kebutuhan tenaga listriknya, dimana bahan bakar tersebut menyumbang dua pertiga dari pembangkitan listriknya.

Negara tersebut telah meningkatkan impor gas alam cair (LNG) dalam beberapa tahun terakhir, akibat menurunnya cadangan domestik.

Selama 2018-2037, Thailand menargetkan memenuhi 53 persen kebutuhan energi dari gas alam, 36 persen dari sumber terbarukan, serta 11 persen dari batu bara dan bahan bakar fosil lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.