Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menjaga Profesionalisme di Dunia Maya

📅 Senin, 15 Apr 2024, 06:40 WIB | Oleh:

4. Hati-hati dengan ejaan!

Masalah ejaan memang sering disepelekan oleh banyak orang, baik yang sudah lebih senior ataupun generasi muda. Kesalahan ejaan akan berdampak fatal jika terjadi di media sosial yang bisa dilihat oleh siapapun, termasuk rekan kerja atau klien.

Ejaan ini juga bisa membuat orang dengan leluasa menilai profesionalisme Anda, karena menganggap unggahan ke media sosial apalagi yang terkait dengan perusahaan seharusnya sudah melewati proses pengecekan atau editing oleh tim.

5. Hindari unggahan gambar
atau foto kontroversial

Demi profesionalisme yang tetap terjaga, Anda harus bijak juga mengunggah foto ke akun media sosial. Gambar yang terlalu kontras dengan yang biasa Anda unggah akan menjadi perhatian setiap akun yang melihat akun Anda.

Keberpihakan pada suatu golongan di luar urusan kerja kadang juga bisa berdampak pada profesionalisme di dalam kantor, sekalipun tidak berhubungan langsung. Satu saja teman kantor yang tahu akun Anda atau melihat cuitan yang Anda sebar lewat media sosial akan membuka peluang pihak perusahaan untuk mengulik lebih lanjut unggahan tersebut.

6. Batasi durasi bermain
medsos

Menjaga profesionalisme di media sosial akan lebih mudah Anda lakukan kalau durasi bermain dengan gawai juga ikut dikurangi. Tips yang satu ini sulit dilakukan kalau tidak ada pengendalian diri sendiri, jadi kuncinya ada di diri masing-masing. Saat Anda bisa membatasi diri bermain media sosial, akan semakin sedikit waktu untuk melihat keadaan "rumput tetangga" alias kantor teman.

Suasana kantor, lingkungan kerja, dan kegiatan sehari-hari teman di perusahaan lain bisa jadi lebih nyaman dan seru dibanding yang Anda alami tiap hari. Mengurangi bermain media sosial akan membuat Anda tetap bekerja dengan profesionalisme yang prima.

7. Media sosial bukan
untuk mengumpat

Membicarakan urusan kantor, kekurangan manajemen perusahaan tempat dulu Anda bekerja, atau bergosip tentang staf di kantor tidak perlu dilakukan di medsos. Profesionalisme seseorang akan menurun levelnya hanya karena cuitan atau keluhan yang dikeluarkan bukan pada tempatnya.

Biasanya yang memperparah situasi adalah kalau karyawan mencantumkan juga nama atasan atau perusahaan dalam barisan umpatan yang dibagikan lewat sekali "klik". Sayang sekali kalau Anda hanya berbagi kesusahan dan kebencian lewat media sosial. Bukan hanya imej diri Anda saja yang menjadi rusak, tapi Anda juga tidak menunjukkan sikap profesionalisme sebagai bagian dari perusahaan, baik itu skala besar ataupun kecil.

Semoga dengan tips kali ini, tingkat profesionalisme Anda sebagai pekerja tetap terjaga tanpa mengurangi kesempatan untuk bergaul sebagai warga dunia maya lewat akun media sosial yang Anda punya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.