Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Dorong Distribusi Digital untuk Perluas Akses Film Nasional

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:58 WIB | Oleh:
DPR Dorong Distribusi Digital untuk Perluas Akses Film Nasional Doc: Istimewa
Ket. Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menilai penguatan distribusi digital menjadi langkah strategis memperluas jangkauan film nasional. Menurut dia, pendekatan tersebut efektif menjangkau masyarakat di berbagai daerah yang masih minim fasilitas bioskop.

Samuel mengatakan perhatian publik selama ini lebih banyak tertuju pada terbatasnya jam tayang film nasional. Padahal, persoalan utama yang dihadapi industri film justru berasal dari mahalnya biaya distribusi fisik.

“Banyak film nasional yang tidak mampu memperbanyak salinan (copy) untuk disebarkan ke seluruh Indonesia karena biayanya sangat besar. Jadi, persoalannya bukan cuma soal kuota tayang, melainkan kendala distribusi,” ujar Samuel usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (22/6).

Ia menjelaskan biaya pengiriman salinan film masih menjadi beban berat bagi rumah produksi independen. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pasar film di sejumlah daerah belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Samuel menilai distribusi berbasis digital lebih realistis untuk diterapkan. Pilihan tersebut dinilai lebih efektif dibanding pembangunan bioskop baru secara besar-besaran di berbagai daerah.

Menurut Samuel, pembangunan bioskop tidak selalu sesuai dengan kondisi wilayah yang memiliki jumlah penonton terbatas. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital dianggap mampu menghadirkan akses tontonan lebih merata bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi model distribusi digital yang dijalankan PT Rangkai Kreativitas Indonesia hingga perdesaan. Namun, Samuel mengingatkan penerapan teknologi tersebut harus disertai perlindungan hak cipta yang kuat.

“Di era sekarang, kita tidak perlu terpaku bahwa setiap daerah harus punya gedung bioskop. Yang krusial adalah bagaimana film nasional bisa diakses luas lewat platform digital,” ucap dia.

Selain itu, Samuel mendorong hadirnya lebih banyak platform digital lokal untuk mendukung industri film. Ia menegaskan film nasional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media edukasi dan penguat kebangsaan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.