Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Pekan Depan Diperkirakan Tembus USD112 per Barel

📅 Minggu, 29 Mar 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Harga Minyak Pekan Depan Diperkirakan Tembus USD112 per Barel Doc: Youtube Kementerian ESDM

JAKARTA - Harga minyak dunia diperkirakan akan naik ke level yang lebih tinggi pada pekan depan. Kenaikannya sulit ditahan karena konflik AS-Iran yang kian panas dan terbatasnya pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pada pekan depan diperkirakan bergerak di rentang USD92,3-USD112,2 per barel," kata Analis Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Minggu (29/3). “Sedangkan harga minyak Brent diperkirakan bergerak di rentang USD110-USD116 per barel,” imbuh dia.

Ibrahim bahkan memperkirakan, harga minyak Brent di pekan berikutnya, bisa mencapai level USD125 per barel. Hari ini, harga minyak Brent sudah menembus USD112 perbarel, sedangkan harga minyak WTI mendekati USD100 per barel.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, berdasarkan data Bloomberg di kisaran Rp16.980 per dollar AS. Rupiah juga bergerak mendekati level Rp17.000 per dollar AS.

"Kemungkinan besar, rupiah akan menuju Rp17.100 per dollar AS pada pekan depan. Indeks dolar cenderung menguat ke rentang 99,3-101,6," ucap Ibrahim.

Menurut dia, perang AS-Iran yang makin memanas dan melibatkan sejumlah negara kawasan Teluk, menjadi pemicu naiknya harga minyak. Rusaknya sejumlah kilang minyak ditambah hambatan logistik di Selat Hormuz, membuat harga minyak mentah terus melambung.

Konflik antara Rusia dan Ukraina juga ikut andil dalam mendorong kenaikan harga minyak dan gas. "Perang menyebabkan turunnya produksi minyak dan gas, di Timur Tengah produksi minyak sudah berkurang 10 juta barel per hari," ujar Ibrahim.

Celakanya, tambah Ibrahim, perang Russia-Ukraina diperkirakan akan berlangsung lama antara 3-5 tahun. Sementara konflik di Timur Tengah kemungkinan akan mereda di bulan April.

Apalagi saat ini, rakyat AS mulai turun ke jalan, memprotes perang yang dikobarkan Presiden Donald Trump di Timur Tengah. AS sendiri mengalami kesulitan akibat kenaikan harga BBM di negaranya, termasuk bahan bakar pesawat terbang, Avtur.

American Automobile Association menyebutkan, harga bensin di AS sekarang sekitar USD3,70 per galon. Harga itu naik hampir 24 persen sejak serangan AS ke Iran. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.