Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenbud Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:23 WIB | Oleh:
Kemenbud Targetkan Seribu Cagar Budaya Nasional pada 2026 Doc: RRI/Sarah Maulida Ali
Ket. Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Restu Gunawan (kanan)

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan mempercepat penetapan cagar budaya nasional untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia. Langkah tersebut dilakukan melalui peningkatan jumlah penetapan dalam satu tahun.

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, mengatakan percepatan penetapan dilakukan karena banyak usulan daerah. Menurutnya, pemerintah kini melakukan penetapan cagar budaya nasional beberapa kali dalam setahun.

“Kita kan targetnya 1000 cagar budaya nasional di tahun ini, dan bulan lalu kita sudah menetapkan 430. Sekarang sudah 460, sudah berproses, memang kalau biasanya kita penetapan cagar budaya nasional itu setahun sekali," kata Restu kepada media, dalam Taklimat Media terkait Keraton Surakarta, di Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Saat ini, kata dia, Kementerian Kebudayaan menargetkan program tersebut dapat berlangsung tiga hingga empat kali. Program tersebut rencananya dapat dilaksanakan dalam setahun dan akan terus berproses secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan jumlah tersebut terus bertambah seiring proses penilaian berjalan. Pemerintah juga mempercepat pendataan dan inventarisasi objek budaya.

Ia mengatakan tim kementerian telah melakukan pendataan di Keraton Surakarta. Pendataan mencakup pusaka, manuskrip, dan berbagai koleksi budaya lainnya.

“Mungkin sudah sejak bulan April kami sudah menyurat ke Keraton Solo untuk melakukan pendataan cagar budaya yang ada di sana. Terutama kaitannya dengan pusaka, kemudian atribut-atribut yang lain,” ujar dia.

Sementara itu, Lawyer Keraton Surakarta Teguh Satya Bhakti, menilai proses penetapan cagar budaya membutuhkan kajian ketat. Setiap usulan harus melalui verifikasi ilmiah dan akademis.

Menurutnya, persoalan hukum sering menjadi hambatan dalam proses penetapan. Sengketa dapat memperlambat manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.

“Penetapan cagar budaya itu berusulan dari bawah ya, dari daerah kepada pusat tetapi itu pun harus melalui protokol ilmiah yang ketat. Sejarahnya bagaimana, data-data fisiknya, lalu saksi-saksi hidup manuskripnya, jadi itu melalui diuji gitu, pengujian protokol ilmiah akademisnya sangat ketat sekali,” kata Teguh.

Pemerintah optimistis target nasional dapat tercapai tahun ini. Percepatan dilakukan untuk memperkuat pelindungan warisan budaya Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

KPK Periksa Sestama BNPB

52 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Periksa Sestama BNPB
Megapolitan
Upaya Merapikan Kabel Utili...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Jalani Pemulih...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.