Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes dan The Lancet Luncurkan Komisi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

📅 Selasa, 23 Jun 2026, 15:20 WIB | Oleh:
Kemenkes dan The Lancet Luncurkan Komisi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045 Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama The Lancet meluncurkan Komisi The Lancet Regional Health–Western Pacific: Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045. Langkah ini dilakukan untuk mendukung perancangan sistem kesehatan yang mampu menjangkau masyarakat hingga daerah terpencil dengan layanan berkualitas.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Komisi The Lancet mendukung empat arah kebijakan strategis kesehatan menuju Indonesia Emas 2045. Fokusnya peningkatan angka harapan hidup, umur harapan hidup sehat, cakupan UHC, serta angka kelahiran total nasional.

“Pertama, kita mau menaikkan angka rata-rata hidup dari 72 ke 76. Sekarang saya 62, saya mau hidup tidak cuma 10 tahun lagi tapi mau hidup 14 tahun lagi,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (22/6).

Menurut Menkes Budi, Indonesia telah mencapai angka harapan hidup 74 tahun pada 2025. Ia optimistis target usia harapan hidup di atas 76 tahun dapat dicapai dalam beberapa dekade mendatang.

“AS angka harapan hidupnya 79 dan jadi kita tidak jelek. Tiongkok saya kira 76 sekarang,” ujar dia.

Menkes Budi menargetkan peningkatan umur harapan hidup sehat atau HALE dari 60 tahun menjadi 65 tahun. Ia menyebut cakupan JKN mencapai 99 persen penduduk, namun UHC tidak diukur dari kepemilikan BPJS.

“Definisi jaminan kesehatan semesta Indonesia itu jumlah orang yang memegang kartu BPJS. Padahal bukan itu maksudnya anda punya kartu BPJS, pergi ke RS, tidak bisa dilayani karena RS-nya tidak siap, itu bukan UHC namanya,” ucap dia.

Menkes menambahkan empat kebijakan strategis tersebut telah diterjemahkan ke dalam 41 indikator yang ditargetkan tercapai pada 2029. Karena itu, ia berharap berbagai riset yang dilakukan melalui komisi tersebut dapat mendukung pencapaian target-target tersebut.

“Riset-riset yang dilakukan harus sesuai dengan kerangka yang sudah kita susun. Langkah ini dilakukan agar hasilnya bisa mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia,” ucap Menkes. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.