Menjaga Profesionalisme di Dunia Maya
📅 Senin, 15 Apr 2024, 06:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Istimewa
Pertanyaan:
Bu Rossa, dua orang teman saya mendapat masalah di kantor hanya karena kurang tepat dalam memberikan komentar dan mengunggah foto di akun medsos pribadinya. Berawal dari iseng saja tapi ternyata efeknya tidak main-main bagi diri dan perusahaan tempat mereka bekerja. Mohon advisnya Bu agar lebih bijak dalam menggunakan medsos.
Jawaban:
Penggunaan media sosial menjadi perhatian rekruter dan HRD perusahaan dalam menilai seorang karyawan. Kaitannya tentu dengan profesionalisme para karyawan yang bisa dilihat lewat medsos. Supaya Anda tidak mendapat masalah karena konten media sosial, ikutilah beberapa tips berikut ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Jaga privasi di akun publik
Bagaimana menjaga privasi di akun media sosial yang sifatnya adalah milik publik? Terdengar aneh memang, karena ketika Anda berani membuat akun di situs yang bisa diakses semua orang, seharusnya Anda sudah tahu bahwa setiap unggahan Anda bisa dilihat oleh pemilik akun lain di platform yang sama.
Jika Anda jeli sejak awal menggunakan akun tersebut, tentu Anda tahu ada pilihan untuk membuat akun Anda tidak bisa dilihat oleh orang yang belum berteman dengan Anda di media sosial tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Contoh sederhananya, supaya profesionalisme saat Anda sedang dalam proses masuk ke kantor baru tidak terpengaruh imej Anda di media sosial, Anda bisa menggembok dulu akun pribadi untuk sementara. Atau ada juga opsi untuk mengamankan orang-orang yang bisa melihat unggahan Anda di Facebook atau komentar yang Anda kirim.
2. Punya 2 akun, tidak masalah
Tips kedua ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan kerja. Misalnya profesi Anda adalah fotografer, Anda bisa pakai akun utama sebagai perangkat kerja yang kontennya juga memperlihatkan profesionalisme Anda sebagai fotografer. Tentu Anda juga harus bijak memilih bahasa yang akan dipakai untuk setiap unggahan foto, agar bisa merepresentasikan profesionalisme Anda di bidang fotografi. Begitu juga kalau Anda entrepreneur muda yang punya bisnis online shop atau usaha yang dijajakan lewat media sosial.
Bukan berarti karena pekerjaan Anda tidak terikat kontrak perusahaan lalu tidak ada sikap profesionalisme dalam bekerja. Tetap perlihatkan profesionalisme agar urusan kerja tidak campur aduk dengan urusan pribadi. Kalau satu akun tidak cukup, tinggal buat satu lagi sesuai kebutuhan.
3. Promosikan diri di akun yang tepat
Menunjukkan profesionalisme memang butuh media yang tepat. Kalau Anda ingin mengumpulkan rekam jejak selama berkarier, ada satu media sosial yang bisa mendukung publikasi profesionalisme dan hasil karya Anda yaitu LinkedIn. Saya yakin hampir semua pekerja tahu cara kerja dan manfaat yang bisa didapat jika punya akun LinkedIn. Banyak tips dan kisah seputar pekerjaan yang bisa Anda baca cuma-cuma, selain menambah referensi tentang profesionalisme di bidang yang Anda tekuni, juga jadi bisa mendapat wawasan yang baru dari berbagai belahan dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!