Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serangan Misil Hantam Kapal Dagang di Laut Merah

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Serangan Misil Hantam Kapal Dagang di Laut Merah Doc: AFP/MOHAMMED HUWAIS
Ket. Ancaman Huthi | Dua anggota kelompok Huthi di Yaman menaiki sepeda motor di Sanaa saat memberikan aksi dukungan terhadap Palestina pada akhir Februari lalu. Pemimpin Huthi pada Kamis (14/3) lalu mengancam bahwa kelompoknya akan meluaskan serangannya hingga Samudra Hindia dan Afrika Selatan. 

DUBAI - Sebuah serangan misil yang diduga dilakukan oleh kelompok Huthi dilaporkan telah merusak sebuah kapal dagang di lepas pantai Yaman di Laut Merah, kata institusi pemantau keamanan laut pada Jumat (15/3). Serangan itu terjadi setelah kelompok Huthi yang didukung Iran mengancam akan memperluas kampanye serangan mereka yang telah mengganggu perdagangan global.

Menurut keterangan United Kingdom Marine Trade Operations (UKMTO) dan perusahaan keamanan Ambrey, awak kapal tidak terluka dan kapal masih bisa melanjutkan perjalanannya usai serangan misil yang terjadi setelah insiden di sebelah barat pelabuhan Hodeida yang dikuasai pemberontak pada Jumat dini hari.

"Sebuah kapal dagang melaporkan terkena misil dan kapal tersebut mengalami beberapa kerusakan," kata UKMTO.

Sejauh ini belum ada pihak dari kelompok Huthi yang mengaku bertanggung jawab atas serangan misil tersebut. Huthi diketahui telah melancarkan puluhan serangan misil dandroneterhadap kapal-kapal di jalur laut yang penting secara komersial selama empat bulan terakhir.

Kelompok Huthi mengatakan mereka menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel sebagai bagian dari poros perlawanan sekutu dan proksi Iran, sebagai protes terhadap perang Israel melawan Hamas di Jalur Gaza.

Serangan Huthi, termasuk serangan mematikan terhadap kapal curah pekan lalu dan tenggelamnya kapal yang membawa ribuan ton pupuk, telah memicu serangan balasan oleh pasukan Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Pada Kamis (14/3), militer AS mengatakan telah menghancurkan sembilan misil balistik anti-kapal dan duadronesetelah kelompok Huthi menembaki kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden.

Pada hari yang sama, pemimpin Huthi, Abdul Malik al-Huthi, mengatakan kelompoknya akan memperluas serangan mereka ke kapal-kapal yang mengambil rute lebih jauh di sekitar Tanjung Harapan di Afrika.

"Kami perluas serangan untuk mencegah kapal-kapal berlayar melalui Samudra Hindia dan Afrika Selatan," kata dia dalam pidato yang disiarkan oleh saluran TV Al-Masirah milik pemberontak. "Kami sudah mulai melaksanakan operasi terkait itu," imbuh dia seraya mengatakan bahwa dalam dua belas operasi penargetan, Huthi menggunakan 58 misil untuk menyerang kapal komersial dan militer di Laut Merah, Teluk Aden dan Laut Arab, selama sepekan ini saja.

Klaim Huthi

Sementara itu kantor beritaSputnikmelaporkan bahwa kelompok Huthi di Yaman mengklaim telah melakukan uji misil hipersonik yang memiliki daya rusak tinggi yang akan menambah kemampuan persenjataan militernya.

"Pasukan misil dari kelompok tersebut telah berhasil menguji misil yang dapat mencapai kecepatan delapan kali kecepatan suara (Mach 8) yang ditenagai bahan bakar padat," kata sumber militer yang dekat dengan Huthi kepadaSputnik. "Yaman berencana memulai memproduksi misil itu untuk digunakan dalam serangan di Laut Merah, Laut Arab, serta Teluk Aden, juga melawan target di Israel," imbuh dia.

Pada saat yang sama dengan uji coba misil hipersonik tersebut, angkatan bersenjata di Yaman utara juga telah meningkatkan kapabilitas misil dan armadadronemereka, setelah memodifikasi hulu ledaknya untuk melipatgandakan kekuatan penghancurnya, menyusul uji coba yang berlangsung selama tiga bulan, menurut sumber tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumene...
Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.