Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS–Iran Kembali Saling Serang di Tengah Eskalasi Ketegangan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS–Iran Kembali Saling Serang di Tengah Eskalasi Ketegangan Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Dampak perang AS-Iran.

WASHINGTON/TEHERAN - Amerika Serikat (AS) telah melancarkan serangan terhadap 80 target Iran, dan sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang 85 situs militer AS di Bahrain dan Kuwait, dalam babak baru peningkatan ketegangan regional.

Komando Pusat (CENTCOM) AS pada Selasa (7/7) malam mengatakan, AS telah menyelesaikan gelombang serangan baru terhadap Iran dengan menghantam lebih dari 80 target.

Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan adanya ledakan baru di Pulau Qeshm, dengan beberapa ledakan terdengar di Pulau Kharg.

Komando militer gabungan tertinggi Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata mereka akan memberikan "respons yang menghancurkan" terhadap serangan AS dan tidak akan membiarkan campur tangan AS dalam pengelolaan Selat Hormuz.

Press TV pada Rabu (8/7) melaporkan bahwa ledakan besar mengguncang Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Selain itu, sejumlah ledakan terdengar di Bahrain pada Rabu, dan pihak kementerian dalam negeri mengatakan sirene telah dibunyikan di negara tersebut.

Ketua Parlemen sekaligus negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Rabu mengatakan pelanggaran terhadap "penyesuaian Iran" di Selat Hormuz, ancaman berkelanjutan untuk melancarkan serangan lebih lanjut, pemberlakuan kembali sanksi minyak, serangan terhadap wilayah selatan Iran, serta berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon merupakan pelanggaran besar terhadap nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan AS.

"Era perundungan dan pemerasan sudah berakhir. Hal itu tidak akan membawa hasil apa pun," tulisnya dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.

Komando Pusat AS sebelumnya mengatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran setelah tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz diserang.

Serangan terhadap tiga kapal tanker minyak tersebut juga mendorong Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS pada Selasa mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak asal Iran hingga 21 Agustus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.