Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Eropa Akan Membangun Penumbuk Partikel Terbesar di Dunia

📅 Rabu, 07 Feb 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Eropa Akan Membangun Penumbuk Partikel Terbesar di Dunia Doc: istimewa
Ket. FCC akan membentuk terowongan melingkar baru di bawah Prancis dan Swiss.

PARIS - Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir atau Organisation Européene pour la Recherche Nucléaire (CERN) Eropa pada Senin (5/2) mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang rencananya untuk membangun Future Circular Collider (FCC), sebuah akselerator partikel baru yang sangat besar, yang akan mengalahkan Large Hadron Collider (LHC) yang kini menjadi akselerator partikel terbesar dan terkuat di dunia, meningkatkan upaya untuk mengungkap rahasia yang mendasari alam semesta.

Dikutip dariRadio France Internationale (RFI), jika disetujui, FCC akan mulai menghancurkan partikel pertamanya sekitar pertengahan abad ini, dan memulai tumbukan dengan energi tertinggi sekitar tahun 2070.

Dioperasikan di bawah Prancis dan Swiss, panjang FCC akan menjadi lebih dari tiga kali lipat dari LHC CERN, yang saat ini merupakan akselerator partikel terbesar dan terkuat.

Ide di balik keduanya adalah untuk mengirimkan partikel-partikel yang berputar mengelilingi sebuah cincin untuk menabrak masing-masing partikel dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan cahaya, sehingga tumbukan tersebut mengungkapkan sifat aslinya.

Di antara penemuan lainnya, LHC membuat sejarah pada tahun 2012 ketika memungkinkan para ilmuwan mengamati Higgs boson untuk pertama kalinya.

Namun LHC, yang menelan biaya 5,6 miliar dolar AS dan telah beroperasi sejak tahun 2010, diperkirakan akan selesai beroperasi sekitar tahun 2040.

FCC yang lebih cepat dan lebih kuat akan memungkinkan para ilmuwan untuk terus melakukan terobosan. Mereka berharap hal ini dapat mengkonfirmasi keberadaan lebih banyak partikel, bahan penyusun materi, yang sejauh ini hanya berupa teori.

Pekerjaan sains lainnya yang belum selesai adalah mencari tahu 95 persen alam semesta terbuat dari apa. Sekitar 68 persen alam semesta diyakini merupakan energi gelap sementara 27 persennya merupakan materi gelap, keduanya masih menjadi misteri.

Hal lain yang belum diketahui adalah mengapa jumlah antimateri di alam semesta sangat sedikit dibandingkan dengan materi.

CERN berharap bahwa peningkatan besar-besaran pada kemampuan manusia untuk menghancurkan partikel dapat menjelaskan teka-teki ini dan banyak lagi.

"Tujuan kami adalah mempelajari sifat-sifat materi pada skala terkecil dan energi tertinggi," kata Direktur Jenderal CERN, Fabiola Gianotti, saat ia mempresentasikan laporan sementara di Jenewa.

Laporan tersebut memaparkan temuan pertama dari studi kelayakan FCC yang akan diselesaikan pada tahun 2025.

Pada tahun 2028, negara-negara anggota CERN, termasuk Inggris dan Israel, akan memutuskan apakah akan melanjutkan rencana tersebut atau tidak.

Jika diberi lampu hijau, pembangunan collider akan dimulai pada tahun 2033.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.