Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Para Calon Ayah Hendaknya Hindari Alkohol Jika Tak Ingin Bayinya Alami Kelainan Otak

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 10:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Para Calon Ayah Hendaknya Hindari Alkohol Jika Tak Ingin Bayinya Alami Kelainan Otak Doc: ANTARA/Umarul Faruq
Ket. Ilustrasi - Dokter memeriksa janin seorang ibu hamil dengan peralatan Ultrasonografi (USG) di Puskesmas Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (6/10/2023).

JAKARTA - Para peneliti dari Texas A&M University mengatakan pria sebaiknya tidak minum alkohol setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

Ditulis laman Medical Daily, Kamis (14/12), konsumsi alkohol oleh pihak ayah mempunyai kaitan dengan peningkatan risiko sindrom alkohol pada janin, yang menyebabkan kerusakan otak permanen dan kelainan pertumbuhan pada anak.

Tim yang diketuai Dr. Michael Golding tersebut mencatat bahwa efek ayah yang minum alkohol dapat menyebabkan kelainan otak dan tengkorak pada bayinya. Dalam studi baru yang dipublikasikan di Andrology, tim mencatat bahwa efek ayah yang minum alkohol terhadap sperma bertahan lebih lama dari yang diperkirakan.

"Ketika seseorang mengonsumsi alkohol secara teratur dan kemudian berhenti, tubuh mereka mengalami penarikan, di mana ia harus belajar cara beroperasi tanpa adanya bahan kimia. Apa yang kami temukan adalah sperma seorang ayah masih terkena dampak negatif dari konsumsi minuman beralkohol bahkan selama proses penghentian, yang berarti dibutuhkan waktu lebih lama dari yang kami perkirakan sebelumnya agar sperma dapat kembali normal," ucap Golding.

Seorang anak dengan sindrom alkohol janin mungkin memiliki mata kecil, bibir atas tipis, permukaan kulit halus di antara hidung dan bibir atas, dan mungkin mengalami kelainan bentuk sendi, kesulitan penglihatan, ukuran kepala kecil, kelainan jantung, dan pertumbuhan fisik yang lambat.

Anak tersebut mungkin juga memiliki keterampilan sosial dan perilaku yang buruk, disabilitas intelektual, koordinasi yang buruk, serta masalah memori, perhatian, dan suasana hati serta fitur wajah yang berbeda.

Sindrom alkohol janin sebelumnya hanya dikaitkan dengan konsumsi alkohol oleh ibu. Untuk mendiagnosis FAS, dokter saat ini hanya perlu memastikan apakah ibu pernah mengonsumsi alkohol selama hamil.

"Selama bertahun-tahun, tidak ada pertimbangan apa pun mengenai penggunaan alkohol pada pria. Dalam lima hingga delapan tahun terakhir, kami mulai memperhatikan bahwa ada kondisi tertentu di mana terdapat pengaruh ayah yang sangat kuat dalam hal paparan alkohol dan perkembangan janin," kata Golding.

Konsumsi alkohol menyebabkan stres oksidatif yang mengganggu aktivitas sel normal tubuh. Jenis stres oksidatif yang sama terjadi bahkan selama penghentian, yang memperpanjang durasi efek alkohol pada tubuh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, jelas para peneliti.

Para peneliti yakin temuan ini akan memandu pasangan yang berencana untuk memiliki keturunan dengan menunjukkan kepada mereka kapan harus berhenti minum alkohol untuk menghindari cacat lahir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.