Letak Indonesia Pengaruhi Aktivitas Gunung Api
📅 Sabtu, 09 Des 2023, 08:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiBerdasar hasil pengamatan hingga pagi ini, Rabu 6 Desember 2023, pukul 06.00 WIB, Status Gunung Merapi dan Gunung Marapi berada pada status Level II atau Waspada, sedang Gunung Anak Krakatau hingga pukul 09:53 WIB berada pada Level III atau Siaga.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi (2968 mdpl) yang berada di Jawa Tengah-DIY secara visual teramati 15 kali guguran lava ke arah Barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter serta 4 kali guguran lava ke arah Selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter.
Apa potensi bahayanya?
Potensi bahaya yang timbul saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa imbauan untuk masyarakat?
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan ke giatan apa pun di daerah potensi bahaya tersebut dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Gunung Api Marapi Sumbar baru erupsi 3 Desember lalu. Bagaimana kejadiannya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Gunung api Marapi (2.981 meter) secara administratif terletak dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jl Prof Hazairin No 168 Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.
PVMBG juga mencatat aktivitas vulkanik Gunung Marapi (2891 mdpl) di Sumatera Barat hingga 06.00 WIB pagi ini. Teramati asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah. Asap condong ke arah barat daya dan barat laut.
Data kegempaan tidak menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Jumlah letusan tercatat 6 kali dengan amplitudo 3.9-33.6 mm dan durasi 30-49 detik. Gempa Embusan sebanyak 18 kali dengan amplitudo 1.5 hingga 11.6 mm dengan lama gempa 25-60 detik.
Pengamatan visual, kolom erupsi tidak teramati dengan baik karena tertutup kabut. Arena saat ini status Gunung Marapi masih berada pada level II (Waspada). Dengan status ini maka masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius 3 km dari kawah/puncak.
Apa keunikan Gunung Marapi Sumbar?
Sifat dari erupsi Gunung Marapi itu sangat sulit dideteksi, bahkan pengamatan secara visual yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2023 di kawah aktif Gunung Marapi tidak terlihat adanya aktivitas Vulkanik. Hal inilah yang membuat kita dan juga masyarakat gunung ini aman karena tidak terlihat adanya aktivitas vulaknik apa pun. Hal inilah yang sangat berbahaya, diam seperti ini. Oleh karena itu, relasinya kenapa ada status Level II. Artinya lebih ke preventif karena secara visual memang tidak apa-apa dan secara kegempaan mungkin hanya ada satu gempa per bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!