Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peternak Rakyat Blitar Raya Minta Perlindungan Pemerintah  

📅 Selasa, 02 Jun 2026, 08:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peternak Rakyat Blitar Raya Minta Perlindungan Pemerintah   Doc: ANTARA
Ket. Para peternak ayam skala mikro saat melakukan aksi unjuk rasa terkait anjloknya harga telur di Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2026).

KEDIRI – Ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya melakukan aksi di Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan pemerintah untuk mengatasi harga telur yang anjlok dan kenaikan harga pakan.

Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya Suyanto mengatakan saat ini harga telur sangat anjlok yang sudah berlangsung tiga bulan dan membuat para peternak sangat kesulitan.

"Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP (harga pokok produksi) di kami itu Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP (Harga acuan pembelian) sebesar Rp24.500 sampai Rp26.500 per kilogram," katanya saat dikonfirmasi di Blitar, Senin (01/6).

Ia mengatakan penurunan ini juga ditambah dengan makin mahalnya harga pakan. Kenaikan harga pakan terjadi bahkan hingga Rp30 ribu per karung.

"Harga pakan ayam isi 50 kilogram, misalnya yang dahulu Rp370 ribu kini menjadi Rp400 ribu per karung, ada yang juga dahulu Rp400 ribu per karung kini menjadi Rp430 ribu," katanya.

Menurut dia, kondisi itu juga diperparah dengan harga jagung yang juga relatif mahal.

Saat ini, harga jagung antara Rp6.400 per kilogram hingga Rp6.500 per kilogram, jauh di bawah harga SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) jagung yakni Rp5.500 per kilogram.

Ia menyebut, para peternak saat ini hanya bisa bertahan dengan terpaksa menjual barang berharga di rumah untuk membeli pakan. Namun, mereka pun juga tidak tahu kapan hal itu akan kembali normal.

Ia dengan para peternak mikro lainnya baik dari Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Malang, sengaja melakukan aksi dengan harapan agar Pemerintah bisa mencari solusi agar harga telur dan pakan kembali normal

Selain soal harga telur ayam yang anjlok dan harga pakan yang mahal, isu masuknya investor asing untuk budi daya peternakan ayam di Indonesia juga membuat peternak merasa khawatir akan tersisih.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto yang menemui para peternak mengaku ikut merasakan keresahan para peternak ayam petelur yang terancam gulung tikar.

"Informasi terakhir di kandang harga Rp21 ribu. Tentunya kalau semacam ini mereka akan terancam gulung tikar, apalagi harga bahan dasar pokok pakannya terus naik. Geopolitik ini luar biasa dampaknya, Dollar Amerika terus naik," kata dia.

Ia pun akan menyampaikan keluhan para peternak tersebut ke pemerintah pusat agar peternak kecil terlindungi. Apalagi produksi telur di Kabupaten Blitar itu cukup besar yaitu mencapai 450 ton per hari .

Dalam aksi tersebut, peternak juga membawa berbagai macam poster yang isinya tuntutan. Mereka juga membagikan telur ayam kepada masyarakat sebagai aksi sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Keluarga Harus Sehat demi S...
Megapolitan
37 Komoditas Sumber Inflasi...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.