Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDAI Ungkap Capaian ASI Eksklusif Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

25 Senin, 03 Agu 2026, 16:10 WIB | Oleh:
IDAI Ungkap Capaian ASI Eksklusif Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif IDAI Ungkap Capaian ASI Eksklusif Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif Doc: Istimewa
Ket. Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr dr Naomi Esthernita Fauzia Dewanto Sp. A(K)

JAKARTA - Capaian pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, cakupan ASI eksklusif di Indonesia kini mencapai sekitar 66 persen.

Demikian disampaikan Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Naomi Esthernita Fauzia Dewanto Sp. A(K), pada Senin (3/8).

“Namun, jika dilihat per daerah, masih ada kesenjangan seperti misalnya di Papua, Gorontalo, dan Kepulauan Riau,” ujar dia.

Menurut Naomi, tantangan terbesar dalam meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif bukan hanya pada ibu. Menurut dia, hal itu terletak pada minimnya pendampingan selama masa awal menyusui.

“Dua pekan pertama setelah persalinan menjadi periode paling krusial karena banyak ibu mengalami berbagai kesulitan,” kata dia. “Mulai dari ASI yang belum keluar optimal hingga kekhawatiran terhadap kondisi bayinya,” imbuh dia.

Naomi menegaskan keberhasilan menyusui juga membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat. Peran suami, keluarga, termasuk mertua, dinilai sangat penting agar ibu dapat melewati masa-masa awal menyusui.

Selain itu, dukungan dari tempat kerja juga diperlukan melalui penyediaan ruang laktasi dan kesempatan bagi ibu untuk memompa ASI. Menurut dia, tanpa dukungan tersebut, target pemberian ASI eksklusif selama enam bulan akan lebih sulit dicapai.

"ASI bukan sekadar sumber nutrisi, tetapi juga mengandung berbagai komponen penting yang tidak dapat digantikan susu formula,” ucap dia. “ASI mengandung hormon pertumbuhan, antibodi, dan zat bioaktif yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak.”

Untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, IDAI telah menyusun modul pendampingan menyusui. Hal itu menjadi panduan bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter anak.

"Modul tersebut berfokus pada penanganan berbagai masalah yang umum terjadi dalam dua minggu pertama setelah persalinan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah percaya pada berbagai mitos mengenai produksi ASI,” pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Topan Champi Terjang Taiwan

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Topan Champi Terjang Taiwan
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.