Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Riset dan Inovasi, BRIN Gandeng UGM Kembangkan Teknologi Benih Bawang Putih Sehat

📅 Senin, 03 Agu 2026, 16:21 WIB | Oleh:
Perkuat Riset dan Inovasi, BRIN Gandeng UGM Kembangkan Teknologi Benih Bawang Putih Sehat Doc: Antara foto/HO-Antaranews
Ket. Ilustrasi - Pelaku usaha pangan di Babel tambah pasokan bawang putih.

JAKARTA - Perkuat riset dan inovasi. Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan teknologi produksi benih bawang putih sehat dan bermutu dalam Program Riset dan Inovasi Strategis (PRIS).

Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN sekaligus penanggung jawab PRIS bawang putih, Dwinita Wikan Utami, menjelaskan bahwa teknologi produksi benih sehat diperlukan agar keunggulan varietas hasil pemuliaan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

"Kita memerlukan teknologi eliminasi virus yang efektif, mudah diterapkan, dan terjangkau sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh produsen benih maupun petani untuk menjaga mutu bahan tanam," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dwinita mengatakan riset ini berfokus pada eliminasi virus yang terbawa pada bahan tanam bawang putih. Untuk itu, BRIN mengembangkan metode eliminasi virus, merancang prototipe alat eliminasi virus, serta menguji pengaruh perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Pengembangan teknologi ini diharapkan mendukung peningkatan produksi bawang putih nasional sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada impor.

Dalam penelitian ini, tim peneliti juga mengidentifikasi keberadaan virus pada bahan tanam bawang putih.

Pakar virologi tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, Sedyo Hartono, menjelaskan bahwa hasil pengujian UGM mendeteksi infeksi ganda Onion yellow dwarf virus (OYDV) dan Shallot latent virus (SLV) pada sekitar 80 persen sampel dari Enrekang, Magelang, Temanggung, Tawangmangu, dan Yogyakarta berupa umbi benih, umbi konsumsi, serta daun bergejala maupun tanpa gejala.

"Gejala infeksi virus juga tidak selalu terlihat jelas pada tanaman. Di lapangan, dampaknya dapat tertutupi oleh penyakit lain, terutama penyakit yang disebabkan jamur. Riset lanjutan akan mengukur kemampuan perlakuan dalam menurunkan titer virus sekaligus menilai pengaruhnya terhadap pertumbuhan, produktivitas, dan kerentanan tanaman terhadap penyakit lain," ujar Sedyo menjelaskan.

Diketahui, temuan tersebut menunjukkan bahwa infeksi virus pada bahan tanam merupakan persoalan yang perlu ditangani. Namun, hasil tersebut masih terbatas pada sampel yang diuji sehingga diperlukan survei yang lebih luas untuk memetakan penyebaran virus di berbagai sentra produksi bawang putih.

Riset eliminasi virus direncanakan berlangsung selama dua tahun. Pada tahap awal, penelitian difokuskan pada validasi metode dan pengembangan prototipe alat eliminasi virus skala laboratorium.

Tahap berikutnya akan menguji respons tanaman hasil eliminasi di lapangan sekaligus mendorong pengembangan alat bersama mitra industri agar dapat dimanfaatkan pada skala produsen benih.

Selain mengembangkan teknologi eliminasi virus, PRIS bawang putih juga menargetkan pengembangan varietas bawang putih berumbi besar dari tipe softneck dan hardneck, varietas yang adaptif terhadap dataran menengah, teknologi pematahan dormansi, basis data plasma nutfah berbasis fenotipe dan genotipe, serta standar operasional produksi benih sehat dan bermutu.

Seluruh luaran tersebut akan diuji untuk mendukung pengembangan kawasan bawang putih, termasuk di Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi (KSPAE) Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Lama Tutup, Begitu Buka Lan...

Dua Daerah yang Mengalami Inflasi Paling Tinggi  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Daerah yang Mengalami I...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

Dugaan Korupsi dalam Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unila dan Unsoed

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.