Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASN NTB Diusulkan Wajib Kenakan Tenun Lokal, Langkah Baru Dongkrak Ekonomi Perajin

📅 Senin, 03 Agu 2026, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
ASN NTB Diusulkan Wajib Kenakan Tenun Lokal, Langkah Baru Dongkrak Ekonomi Perajin Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri (tengah) menampilkan peragaan busana tenun kreasi modern dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta, Sabtu (1/8).

Mataram - Dinas Kebudayaan (Disbud) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan penerapan kebijakan penggunaan tenun khas daerah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya melestarikan tradisi menenun, sekaligus mendorong perputaran ekonomi perajin tenun lokal.

"Ketika bicara tenun, alangkah bagusnya setiap Kamis, ASN pakai tenun NTB," kata Kepala Disbud NTB Muhamad Ihwan saat ditemui di Museum NTB, Mataram, Senin (3/8).

Pihaknya segera menyampaikan usulan tersebut kepada Gubernur NTB untuk dituangkan ke dalam peraturan gubernur agar menjadi sebuah kebijakan dalam memajukan kebudayaan lokal.

Menurut dia, penggunaan tenun oleh ASN dapat menciptakan permintaan terhadap produk tenun sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan perajin.

"Bagi ASN yang mampu (secara finansial), beli tenun asli untuk melestarikan tradisi menenun di level masyarakat," ucap Ihwan.

Dinas Kebudayaan NTB terinspirasi acara budaya tahunan Festival Rimpu Mastika di Kota Bima. Dalam acara itu ribuan orang mengenakan kain tenun khas Bima.

Festival Rimpu Mastika mampu menciptakan dampak ekonomi setiap tahun dari penggunaan dan pembelian tenun oleh masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, imbuh Ihwan, sekitar 3.000 kain tenun terjual dengan harga rata-rata sekitar Rp400 ribu per lembar dan menghasilkan perputaran ekonomi sebanyak Rp1,2 miliar

"Di Festival Rimpu, pemerintah turut campur mempromosikan (tenun). Semua ASN turun untuk pawai," ujarnya.

Lebih lanjut Ihwan menyampaikan kebijakan tersebut nantinya tidak hanya mengatur penggunaan tenun setiap Kamis, tetapi juga mendorong ASN mengenakan pelengkap busana tradisional NTB lainnya, seperti sapo dan sambolo.

Aturan busana khas NTB diharapkan juga bisa diterapkan ketika ASN menerima tamu sebagai bentuk penghormatan, sekaligus memperkenalkan kebudayaan daerah.

"Ketika para tamu bangga dengan kebudayaan mereka, maka kami juga harus lebih bangga dengan kebudayaan NTB," ucap Ihwan.

Tenun merupakan salah satu dari 12 objek pemajuan kebudayaan yang menjadi perhatian serius Dinas Kebudayaan NTB. Strategi peningkatan penggunaan tenun melalui pakaian wajib setiap Kamis dapat memperkuat pemajuan kebudayaan di NTB.

Pada 1 Agustus 2026 Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri mengikuti peragaan busana dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.