Letak Indonesia Pengaruhi Aktivitas Gunung Api
📅 Sabtu, 09 Des 2023, 08:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merupakan satuan kerja di bawah Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Adapun PVMBG bertugas memantau gunung berapi, melakukan mitigasi bencana, penelitian vulkanologi di Indonesia, memberikan peringatan dini dan rekomendasi tindakan untuk mengurangi risiko bencana vulkanik.
Saat ini, banyak gunung api di Indonesia yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas berupa erupsi. Bahkan erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat telah memakan korban sedikitnya 23 pendaki.1Terkait dengan kondisi gunung api di Indonesia saat ini, wartawan Koran Jakarta, Erick W Sabini, berkesempatan mewawancarai Kepala PVMBG, Dr. Ir. Hendra Gunawan, dalam beberapa kesempatan. Berikut kutipan wawancaranya.
Apa tugas PVMBG ini sehari-hari?
Beberapa gunung api aktif di Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas kegunungapiannya dalam beberapa hari terakhir yang dipantau secara terus-menerus 24 jam melalui pos pengamatan gunung api pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM.
Hingga saat ini, ada 68 gunung api yang dipantau secara terus-menerus melalui 75 pos pengamatan gunung api di seluruh Indonesia, sebagai salah satu mitigasi erupsi gunung api. Aktivitas gunung-gunung itu dipantau terus-menerus selama 24 jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seperti apa gambaran dampak dari erupsi gunung api?
Erupsi gunung api dapat berdampak luas bagi penduduk di sekitarnya, tidak kurang dari 4,5 juta jiwa bermukim dan beraktivitas di sekitar gunung api aktif, sehingga risiko bencana erupsi gunung api sangat besar. Kami secara rutin menyampaikan informasi dan berkoordinasi dengan adanya aktivitas gunung api tersebut kepada para pemangku kepentingan terkait.
Seperti apa perkembangan masing masing gunung api?
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan pemantauan dan monitoring yang dilakukan, hingga akhir bulan November 2023 tercatat gunung api pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga) sebanyak tiga gunung api, yaitu Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, dan Gunung Semeru, dan Tingkat Aktivitas Level II (Waspada) sebanyak 18 gunung api. Sementara gunung api pada Tingkat Aktivitas Level I (Normal) sebanyak 47 gunung api yang kondisinya belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas.
Kenapa aktivitas gunung api di Indonesia saat ini terjadi di banyak gunung api?
Itu dipengaruhi letak Indonesia pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia, ketiga lempeng tersebut bergerak saling bertumbukan. Proses penunjaman atau subduksi mengakibatkan pelelehan batuan kerak bumi. Bagian batuan meleleh mempunyai berat jenis lebih ringan dibandingkan batuan sekitarnya sehingga bergerak mengapung menuju permukaan, kemudian membentuk gunung api.
Proses penunjaman dan pelelehan batuan kerak bercampur dengan batuan mantel, sebagian demi bagian berjalan secara menerus mengakibatkan terjadinya erupsi secara periodik dari gunung api.
Berapa jumlah gunung api di Indonesia?
Di Indonesia tersebar sebanyak 127 gunung api (sekitar 13 persen jumlah gunung api di dunia). Gunung api tersebut membentuk busur kepulauan, membentang dari ujung barat sampai timur, yaitu dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi bagian utara, dan Kepulauan Sangir Talaud. Beberapa gunung api menunjukkan peningkatan aktivitas kegunungapian, di antaranya Gunung Lokon dan Gunung Anak Krakatau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!