Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Proyeksikan Produksi Jagung Januari-September 2026 Bakal Turun

📅 Senin, 03 Agu 2026, 16:35 WIB | Oleh:
BPS Proyeksikan Produksi Jagung Januari-September 2026 Bakal Turun Doc: antara foto
Ket. Mentan Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi jagung pada Januari hingga September 2026 mencapai 12,67 juta ton atau turun 1,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 diperkirakan mencapai 12,67 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 0,14 juta ton atau menurun 1,07 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di Jakarta, Senin (3/8).

Berdasarkan hasil pengamatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada Juni 2026, total luas panen pada Januari–September 2026 diproyeksikan mencapai 2,17 juta hektare, turun 0,03 juta hektare atau 1,20 persen secara tahunan.

Pada Juni 2026, luas panen jagung pipilan tercatat sekitar 0,25 juta hektare, lebih rendah dibandingkan 0,26 juta hektare pada Juni 2025.

Produksi jagung pipilan kering pada bulan tersebut diperkirakan sebesar 1,50 juta ton, turun dari 1,55 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, potensi luas panen pada Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 0,67 juta hektare atau turun 4,39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penurunan lebih dalam diperkirakan terjadi pada sisi produksi. Produksi jagung pipilan kering selama Juli–September 2026 diproyeksikan sebesar 3,98 juta ton, berkurang 0,28 juta ton atau 6,48 persen secara tahunan.

Potensi luas panen tersebut turut mencakup tanaman jagung yang kemungkinan dipanen muda atau dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak, bukan seluruhnya untuk menghasilkan jagung pipilan.

Angka proyeksi masih dapat berubah mengikuti kondisi lapangan, termasuk serangan organisme pengganggu tanaman, banjir, kekeringan, serta perubahan waktu panen oleh petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.