Harus Kerja Keras, Menkes Sebut Stunting Harusnya Dicegah Bukan Diobati
📅 Rabu, 01 Nov 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Risky Syukur
Jakarta - Kerja keras, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut masalah tengkes atau stunting seharusnya dicegah sejak anak dalam kandungan bukan untuk diobati.
"Cegahlah stunting, jangan mengobati stunting. Jangan sampai jadistunting, itu yang penting," ucap Budi peluncuran Gerakan Anak Sehat, di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Utama, Jalan Utama Raya Nomor 47, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa.
Budi menyebut pencegahan tengkes ditujukan agar penyakit tersebut tidak berkembang semakin jauh dan berdampak buruk bagi anak.
"Kita ingin mencegah jangan sampai stunting, karena kalau stunting itu kayak kanker stadium lima, sudah telat. Jadi, kalau bisa anaknya jangan jadi stunting, anaknya dijaga tetap sehat, jangan sampai sakit, menjaga agar tetap sehat," kata Budi.
Ia meminta kerja sama dan kepekaan masyarakat terhadap tanda-tanda tengkes agar dapat segara diantisipasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Enggak mungkin stunting dijalankansendiri, harus bersama-sama. Jangan hanya pemda, tapi melibatkan semua masyarakat.
Stunting ketahuannya itu ditimbang. Kalau berat badan anak tidak naik, nah itu sudah enggak sehat, cepat-cepat dikirim ke puskesmas, itu ada tatalaksananya," kata Budi.
Terkait pemilihan Jakarta sebagai lokasi peluncuran program Gerakan Anak Sehat, Budi menilai Jakarta gencar mencari dan mengintervensi kasus stunting.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Heru Budi Hartono menyebut pihaknya terus mencari dan berupaya menangani kasus stunting dengan berbagai aksi.
"Kami sudah melakukan aksi-aksi bersama Pak Menkes pada saat saya menjabat, dan ditindaklanjuti oleh masyarakat, namanya Jakarta Beraksi. Di Jakarta saat ini stuntingada 22 ribu, sudah selesai stuntingnya adalah 9 ribuan, dan ini terus kami cari," ujar Heru.
Lebih lanjut Heru mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta juga aktif melakukan pemberian makanan tambahan.
"Kami di Pemda DKI saat ini memiliki namanya Jakarta Anak Sehat. Di posyandu kami berikan makanan tambahan, di Dinas Sosial juga ada, tiap kelurahan seperti di RPTRA, itu kita berikan juga kegiatan-kegiatan makan tambahan untuk mengatasi stunting," ujarnya.
Heru menegaskanpihaknya terus berupaya mencegah agar anak-anak di Jakarta tidak stunting.
"Pemda DKI berusaha anak itu tidak masuk ke stunting, rawan gizi. Misalnya sekarang ada 397 ribu anak rawan gizi, tapi belum tentu stunting," ucap Heru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!